Kompas.com - 16/12/2013, 17:38 WIB
Jajaran Polsek Lengkong menangkap satu komplotan perampok spesialis minimarket 24 jam yang kerap beroperasi di wilayah Kota Bandung dan Sumedang pada Kamis (12/12/2013) lalu. Dalam komplotan tersebut, terdapat satu orang Ibu muda bernama RP (23). KOMPAS.com/Putra Prima Perdana Jajaran Polsek Lengkong menangkap satu komplotan perampok spesialis minimarket 24 jam yang kerap beroperasi di wilayah Kota Bandung dan Sumedang pada Kamis (12/12/2013) lalu. Dalam komplotan tersebut, terdapat satu orang Ibu muda bernama RP (23).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Jajaran Polsek Lengkong menangkap satu komplotan perampok spesialis minimarket 24 jam yang kerap beroperasi di wilayah Kota Bandung dan Sumedang pada Kamis (12/12/2013) lalu. Dalam komplotan tersebut, terdapat satu orang ibu muda bernama RP (23).

Menurut pengakuan dari RP, ia nekat bergabung dalam komplotan rampok spesialis minimarket bersama rekan-rekan prianya, MA (19) dan AS (16) karena tuntutan hidup untuk memenuhi kebutuhan satu orang anaknya yang masih kecil.

"Penghasilan suami enggak jelas. Saya butuh uang buat keperluan anak saya yang masih kecil. Ya, mau nggak mau terpaksa saya ikut mencuri bareng temen-temen," kata RP di balik topeng hitam saat ditemui di Markas Polsek Lengkong di Jalan Buah Batu, Kota Bandung, Senin (16/12/2013).

RP menambahkan, pada saat menjalankan aksi bersama rekan-rekannya, wanita yang tinggal di Sadang Serang, Kota Bandung ini menjalankan peran dengan cara berpura-pura sebagai pembeli. "Saya cuma ambil rokok sama coklat saja," terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Polsek Lengkong, Kompol Kusno Diyantara menjelaskan, komplotan perampok tersebut ditangkap oleh jajaran Polsek Lengkong saat menjalankan aksi di minimarket Alfamart di Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung 12 Desember lalu sekitar pukul 01.00 WIB.

Sebelum menjalankan aksinya, komplotan tersebut memastikan terlebih dahulu minimarket incarannya sepi pembeli. RP mengambil peran dengan cara berpura-pura menjadi pembeli. Setelah memastikan minimarket tersebut sepi pembeli, RP kemudian memanggil teman-temannya.

"Dalam aksinya para pelaku menodongkan pisau ke arah perut tiga karyawan kemudian mengikat dan menyekap ketiga karyawan tersebut di dalam gudang," jelas Kusno.

Setelah menyekap, para pelaku kemudian mengambil beberapa slop rokok berbagai merk serta menguras uang tunai sebesar Rp 3.000.000 di dalam mesin kasir dan uang tunai Rp 18.000.000 di dalam brankas.

"Ketika disekap, salah seorang karyawan berteriak dan mengundang perhatian masyarakat sekitar. Dua orang pelaku, yaitu MA dan AS ditangkap oleh masyarakat dan petugas yang sedang melakukan patroli," bebernya.

Meski sempat melarikan diri menggunakan angkutan umum, setelah dilakukan pengembangan, RP akhirnya dibekuk di kediamannya.

Sementara itu, dua orang orang anggota komplotan lainnya berinisial D alias Iyang dan R alias Diding alias Titing yang juga sering melakukan aksi di wilayah Sumedang masih dalam pengejaran polisi. "Para tersangka dikenakan Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.