Aparat Kejati Geledah Kantor Bea Cukai Tanjung Perak

Kompas.com - 16/12/2013, 14:53 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com - Sejumlah penyidik dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menggeledah salah satu ruang di kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Surabaya, Senin (16/12/2013).

Penggeledahan dilakukan untuk mencari data bukti pendukung dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Kantor Kanwil Bea dan Cukai Jatim senilai Rp 36,6 miliar.

Tim penyidik yang dipimpin Kasi Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim Rohmadi, datang ke Kantor Unit Kementerian Keuangan di Jalan Raya Perak Timur Surabaya itu sekitar pukul 11.00 WIB.

Hingga pukul 14.00 WIB, belum ada tanda-tanda penyidik keluar dari ruangan. Atas kasus ini, kata Rohmadi, telah ditetapkan dua orang tersangka, mereka adalah, Pejabat Pembuat Komitmen, Agus Kuncoro, dan Direktur PT Bintang Timur Nangdi bernama Nanang.

"Sebelumnya, sudah delapan orang saksi yang kita periksa, mulai dari pejabat bea dan cukai, pihak kontraktor dan beberapa orang yang terkait dengan proses pembangunan gedung tersebut," katanya.

Dugaan korupsi tercium pada proses pembangunan gedung tahap II, dengan item pembangunan untuk lantai tiga dan empat dengan alokasi anggaran Rp 6,5 miliar.

Proses pembangunan yang harusnya rampung di akhir 2012, ternyata mangkrak. Pembangunan Gedung Kanwil Bea dan Cukai Jatim dilakukan secara bertahap. Tahap pertama pembangunan dua lantai yang selesai pada tahun 2011 lalu. Pembangunan tahap awal ini, menelan anggaran Rp 30 miliar dari APBN.  

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X