Kompas.com - 16/12/2013, 06:34 WIB
Mbah Putri (istri mendiang Mbah Maridjan) dan putranya Mas Kliwon Surakso Hargo (kanan) berbincang dengan Dirut PT Sidomuncul di petilasan rumah Mbah Maridjan di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (19/7/2013). KOMPAS.COM/Y WIJAYA KUSUMAMbah Putri (istri mendiang Mbah Maridjan) dan putranya Mas Kliwon Surakso Hargo (kanan) berbincang dengan Dirut PT Sidomuncul di petilasan rumah Mbah Maridjan di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (19/7/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Rumah mendiang Mbah Maridjan di Kinahrejo yang luluh lantak diterjang "wedhus gembel" alias awan panas saat letusan pada 2010 kini menjadi lokasi wisata yang banyak diminati.  Lokasi tersebut sekarang merupakan salah satu obyek kunjungan Volcano Tour.

Meski lokasi rumah itu cukup jauh dari tempat parkir kendaraan para peserta, dengan jalur menanjak pula, para peserta Volcano Tour terlihat bersemangat mencoba mendatanginya. Sebagian wisatawan berusaha mencapai rumah juru kunci itu dengan berjalan kaki, sebagian yang lain berupaya mencari kendaraan sewa berupa motor trail atau mobil offroad.

"Kalau musim liburan, di sini (rumah mendiang Mbah Maridjan) penuh pengunjung," ujar Mursani, istri juru kunci Gunung Merapi Mas Asih Surakso Hargo, Minggu (15/12/2013). Selepas letusan 2010, rumah Mbah Maridjan sudah diperbaiki dan dibuat menyerupai museum.

Benda-benda seperti meja, kursi, sepeda motor, alat musik gamelan, dan mobil milik salah satu media massa—yang semuanya hangus karena awan panas—dikumpulkan dan dipajang di sana. Lokasi penemuan jasad Mbah Maridjan di dalam rumah itu pun ditandai.

"Wisatawan yang ke sini pasti berfoto di barang-barang itu atau di depan lokasi meninggalnya Mbah Maridjan," kata Mursani. Para pengunjung, imbuh dia, biasanya berbincang dengan suaminya, Mas Asih, kebanyakan bertanya tentang situasi Kinahrejo ketika dihantam awan panas.

"Kadang mereka (wisatawan) juga mencari mbah putri (istri mendiang Mbah Maridjan, red) untuk bersilahturahim," ujar Mursani. Lokasi yang dulu adalah perkampungan di Kecamatan Cangkringan dan kemudian hangus diterjang awan panas pada 2010 telah diubah menjadi obyek wisata Volcano Tour.

Berbeda dengan wisata alam lainnya, obyek wisata ini menyuguhkan pemandangan lingkungan setelah diempas awan panas. Benda-benda yang dipajang sebagai obyek wisata tak beda dengan yang berada di rumah bekas kediaman Mbah Maridjan. Para pengunjung juga bisa melihat langsung kondisi alam setelah "diguyur" material vulkanik Gunung Merapi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.