Kompas.com - 15/12/2013, 22:28 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Setelah dilakukan dialog, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM) Sulawesi Selatan, Haru Tantomo akhirnya mengetahui motif di balik kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Palopo. Ia juga mengetahui adanya tuntutan narapidana.

Dalam dialog yang dilakukkan Haru beserta Wali Kota Palopo, Muspida, anggota DPRD, Dandim dan Kapolres di masjid Lapas Kelas II Palopo, Minggu (15/12/2013), ada beberapa tuntutan yang diungkapkan para narapidana. Hanya saja, tuntutan narapidana bertentangan dengan peraturan yang ada dan harus dibahas di pusat.

"Ada beberapa tuntutan narapidana yang diungkapkannya dalam pertemuan tadi. Pertama, kamar tahanan ditutup jam 10 malam dan pencopotan Kepala Lapas Kelas II Palopo, Sri Pamudji. Tapi tuntutan itu semua harus dibahas kembali di pusat, karena bertentangan dengan perturan yang ada," kata Haru.

Menurut Haru, tuntutan narapidana bertentangan dengan peraturan yang menyatakan bahwa pintu kamar sel di setiap blok dibuka dari mulai terbit hingga terbenamnya matahari. Sedangkan tuntutan mereka adalah pintu sel ditutup jam 22.00.

Lalu tuntutan kedua adalah pencopotan Sri Pamudji dari jabatannya sebagai Kepala Lapas Kelas II Palopo. Tuntutan itu, kata Sri, harus pula dibahas di pusat, terutama tudingan pelanggaran yang dilakukan Sri. Jika tidak ditemukan adanya pelanggaran, kata dia, Sri tidak bisa dicopot.

"Kalau jam penutupan sel pada pukul 10 malam. Saya tidak bisa memutuskan. Saya juga tidak bisa copot Kepala Lapas. Kalau saya tanya warga di sekitar Lapas, Sri orangnya baik dan tegas. Dia menerapkan aturan yang ada, namun ditentang oleh narapidana. Jelas, narapidana mau bebas juga. Tapi nantilah dibahas semua itu di Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta," tegasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, kerusuhan terjadi di Lapas Kelas II Palopo setelah narapidana mengamuk dan membakar gedung, Sabtu (14/12/2013) pagi. Selain itu, narapidana mengeroyok Kepala Lapas, Sri Pamudji dan melempari petugas Lapas Kelas II Palopo dengan batu. Kerusuhan bisa diredam setelah ratusan aparat gabungan TNI-Polri datang dan mengamankan situasi, sekitar pukul 13.30 Wita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.