Kompas.com - 15/12/2013, 15:57 WIB
Gunung Merapi KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOGunung Merapi
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
- Jika manusia hidup menyatu, menjaga dan melestarikan alam, maka akan mendapatkan timbal balik. Bukan hanya memberi hasil bumi, alam juga memberikan tanda-tanda jika akan terjadi sesuatu yang membahayakan manusia. Filsafat alam itu dianut secara turun-temurun oleh masyarakat Lereng Merapi.

Selain tetap mengandalkan informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), warga di lereng Merapi juga melihat gejala alam untuk membaca tanda-tanda aktivitas salah satu gunung api di Indonesia itu.

"Bicara soal kearifan lokal, tanda-tanda alam itu selalu ada. Apalagi Gunung Merapi," jelas juru kunci Gunung Merapi, Mas Asih Surakso Hargo, Minggu (14/12/2013).

Tanda-tanda alam yang biasanya muncul ketika aktivitas Gunung Merapi meningkat yakni asap sulfatara yang keluar cenderung pekat; terdengar suara gemuruh dari dalam perut Merapi dan disusul dengan getaran. Selain itu binatang-binatang yang hidup di lereng Merapi biasanya akan turun gunung.

Namun demikian, kini tanda-tanda alam itu sudah mulai berkurang setelah keadaan ekosistem di lereng Merapi belum sepenuhnya kembali normal pasca-erupsi 2010 lalu. Binatang yang dulu terlihat hidup di Merapi, sekarang sudah jarang dijumpai.

"Binatang seperti kera sekarang jarang dijumpai, mungkin karena memang rumahnya belum kembali normal. Biasanya kera dan binatang lainnya akan turun kalau aktivitas Merapi meningkat," katanya.

Meski tetap melihat gejala alam, sebagai orang yang diberitugas menjadi juru kunci Merapi, Mas Asih Surakso Hargo juga aktif menanyakan kondisi terkini Merapi kepada Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Menurutnya, gejala alam harus tetap disinergikan dengan data-data dari alat pantuan yang ada di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sehingga keduanya bisa saling melengkapi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka (BPPTKG) punya alat lengkap dan memang tugasnya mengamati aktivitas Merapi. Jadi saya sering bertanya dan berdiskusi dengan mereka mengenai kondisi Merapi," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.