Diresmikan Kasal, Tugu Dwikora Jadi Ikon Baru di Perbatasan

Kompas.com - 14/12/2013, 23:56 WIB
Tak memiliki arsip Sejarah Tuku Dwikora, Pemkab Nunukan Kesulitan berikan rujukan kepada siswa sekolah tentang sejarah Nunukan. KOMPAS.com/SUKOCOTak memiliki arsip Sejarah Tuku Dwikora, Pemkab Nunukan Kesulitan berikan rujukan kepada siswa sekolah tentang sejarah Nunukan.
|
EditorErvan Hardoko
NUNUKAN, KOMPAS.com - Sejak dibangun pada1964, nasib Tugu Dwikora di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, nyaris terlupakan. Padahal tugu ini menyimpan sejarah perjalanan anak bangsa dalam mempertahankan keutuhan Negara Republik Indonesia di wilayah utara Kalimantan.

Bahkan sebelum direnovasi, banyak warga Nunukan yang tidak mengetahui keberadaan Tugu Dwikora. Lebih ironis lagi, Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumen (KPAD) Nunukan tidak memiliki arsip mengenai sejarah berdirinya Tugu Dwikora serta sejarah berdirinya kota Nunukan.

Keadaan situs sejarah bangsa ini juga memprihatinkan, karena berdiri ditengah lahan parkir Puskesmas Kota Nunukan. Namun, dengan renovasi yang dilakukan TNI AL, sekarang kondisi Tugu Dwikora jauh lebih baik.

Bahkan kini, Tugu Dwikora sudah layak menjadi lokasi tujuan wisata sejarah di kota Nunukan, khususnya bagi para pelajar atau warga perbatasan.

Berlaurt-larutnya, upaya renovasi Tugu Dwikora ini menurut Kepala Staff TNI AL Laksamana TNI DR Marsetio disebabkan pihaknya masih menunggu hibah Tank Amphibi PT-76 produksi tahun 1961 yang pernah digunakan saat konfrontasi dengan Malaysia yang akan dijadikan sebagai bagian dari monumen itu.

“Minggu ini kita akan kedatangan lengkap 54 tank amphibi BMP3F sebagai pengganti amphibi PT-76. Setelah ada penggantinya maka yang lama bisa kita hibahkan kepada beberapa pemerintah daerah di mana yang dulu terlibat langsung mempertahankan negara NKRI ini," kata Marsetio, Sabtu (14/12/2013).

"Intinya kita merenovasi sekaligus untuk memberikan penghargaan kepada pendahulu.” tambah dia.

Sebelum direnovasi, Tugu Dwikora yang terbuat dari kayu ulin yang asli Kalimantan itu, ini hanya memiliki tinggi empat meter. Setelah direnovasi, Tugu Dwikora kini dibangun dari beton berlapis keramik dengan tinggi 15 meter.

Tugu ini memiliki tujuh sisi yang melambangkan Sapta Marga. Sementara di bagian pondasi tugu, terdapat plakat yang memuat nama-nama para pahlawan Dwikora yang gugur dalam konfrontasi dengan Malaysia.

Sedangkan di sisi kanan dan kiri tugu dihiasi Tank PT-76 dan meriam Howitzer, dua peralatan tempur yang digunakan dalam operasi Dwikora. Kehadiran Tugu Dwikora yang diresmikan Kepala Staff TNI AL Laksamana TNI DR Marsetio hari ini diharapkan bisa menjadi kebanggan masyarakat Nunukan.

“Dengan adanya Tugu Dwikora maka akan bisa mengenang kembali bagaimana perjuangan para pendahulu mempertahankan, membela NKRI ini khususnya di perbatasan Nunukan maupun Sebatik.” Marsetio menegaskan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Tenaga Kesehatan Haji Positif Covid-19

3 Tenaga Kesehatan Haji Positif Covid-19

Regional
Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Jadi 8 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Jadi 8 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Regional
Resmi Beroperasi, RS Darurat di Pulau Galang Belum Menerima Pasien

Resmi Beroperasi, RS Darurat di Pulau Galang Belum Menerima Pasien

Regional
Pasien Positif 03 di Lampung Sembuh, Beri Semangat ke Pasien Lain via Video

Pasien Positif 03 di Lampung Sembuh, Beri Semangat ke Pasien Lain via Video

Regional
UPDATE Pasien Covid-19 di Sulsel: 82 Positif, 263 PDP, 2.166 ODP

UPDATE Pasien Covid-19 di Sulsel: 82 Positif, 263 PDP, 2.166 ODP

Regional
2 PDP Covid-19 di Kota Banjar Meninggal, Warga Diingatkan Patuhi Aturan Pemerintah

2 PDP Covid-19 di Kota Banjar Meninggal, Warga Diingatkan Patuhi Aturan Pemerintah

Regional
Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Regional
Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Regional
Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Regional
Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Regional
Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Regional
Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Regional
Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Regional
Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Regional
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X