Kompas.com - 12/12/2013, 12:29 WIB
Para mahasiswa asal Mataram menggelar aksi menghidupkan KOMPAS.com/Yatimul AinunPara mahasiswa asal Mataram menggelar aksi menghidupkan "seribu lilin keadilan untuk almarhum Fikri yang meninggal akibat Ospek yang digelar ITN Malang pada 12 Oktober lalu.Selasa (10/12/2013).
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com - Sekretaris Jurusan (Sekjur) Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Arief Setiyawan, menyatakan menerima dan ikhlas diberhentikan dari jabatan oleh Rektor ITN, Soeparno Djiwo.

Kepada wartawan, Kamis (13/12/2013), Arief Setiyawan mengakui dia memang diberhentikan dari jabatan. "Benar, saya diberhentikan. Tapi baru secara lisan. Surat keputusan pemberhentian belum saya terima dari rektor," katanya.

Pemberhentian tersebut katanya, sebenarnya sudah berlangsung lama. "Sudah beberapa hari setelah kejadian," katanya singkat.

Arief mengaku menerima keputusan itu. "Saya menerima keputusan itu. Karena dunia pendidikan itu harus memberikan contoh yang terbaik. Selain itu, jabatan di dunia pendidikan itu berbeda dengan jabatan di dunia politik," katanya.

Selain Arief, Ketua Jurusan (Kajur) Planologi Ibnu Sasongko juga mengalami nasib sama. Keduanya diberhentikan karena dinilai lalai dalam mengawasi Orentasi Kemah Bakti Desa (KBD) dan Temu Akrab jurusan Planologi ITN, di Kawasan Pantai Goa China di desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang 13 Oktober 2013 lalu.

Dalam kegiatan Ospek tersebut, Fikri Dolasmantya Surya, mahasiswa baru asal Mataram, meninggal dunia. Kematian itu, diduga akibat tindakan kekerasan yang dilakukan pihak panitia keamanan Ospek.

"Yang jelas, keputusan itu, murni karena ada penilaian kelalaian mengawasi kegiatan mahasiswa itu," lanjut Arief.

Dia menjelaskan pelengseran dari jataban itu tidak berarti status kekaryawanannya dicabut. "Tidak, hanya jabatan Sekjur saja. Untuk status karyawan tidak semudah itu untuk memberhentikan. Masih butuh proses lama," katanya.

Sementara itu, menurut Rektor ITN, Soeparno Djiwo menegaskan, bahwa pemberhentian itu, bukan mendadak. "Mereka sudah kita beritahu jauh hari sebelumnya. Tetapi, mereka harus menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu," tegas Soeparno.

"Berkasnya sudah ada di meja saya. Kalau masalah laporan pertanggungjawaban kegiatan PJMB (Pengenalan Jurusan Mahasiswa Baru), sudah selesai baru saya serahkan ke yang bersangkutan," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Regional
Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.