PMII Desak Pemerintah Evaluasi Ospek Kampus

Kompas.com - 11/12/2013, 18:08 WIB
Lilin untuk almarhum Fikri, yang meninggal akibat Ospek yang dilaksanakan oleh ITN Malang, pada 12 Oktober lalu.Selasa (10/12/2013). KOMPAS.com/Yatimul AinunLilin untuk almarhum Fikri, yang meninggal akibat Ospek yang dilaksanakan oleh ITN Malang, pada 12 Oktober lalu.Selasa (10/12/2013).
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diminta segera mengevaluasi penyelenggaraan Ospek di lingkungan kampus. Jika memang tidak berdampak signifikan bagi mahasiswa baru secara akademik, lebih baik Ospek dihapus.

Menurut Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim, Fairouz H Anggasuto, peristiwa kekerasan dalam kegiatan Ospek mahasiswa bukan kali ini terjadi.

"Ini menunjukkan bahwa Ospek sangat lekat sekali dengan kekerasan yang notabene bukan merupakan budaya kampus. Karena itu, pemerintah wajib mengevaluasi," katanya, Rabu (11/12/2013).

Apapun produk kampus, kata dia, harus berdampak signifikan kepada mental, pola pikir, dan karakter personal mahasiswa untuk menjalani proses akademik, maupun proses kehidupan sosial mahasiswa.

"Selama ini, Ospek terkesan hanya bagian dari sistem di kalangan mahasiswa dalam hal memperkenalkan kekuatan mahasiswa senior kepada juniornya," terang Fairouz.

Sebelumnya, Ospek Institut Teknologi Malang menelan korban jiwa. Fikri Dolasmantya Surya, mahasiswa baru jurusan Planologi asal Mataram itu meninggal saat mengikuti Ospek atau Kemah Bakti Desa di kawasan Goa China, Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur, 12 Oktober lalu.

Selain diakui adanya kekerasan secara fisik, dalam ospek itu ditemukan bukti terjadinya aksi tidak manusiawi oleh panitia dari kalangan mahasiswa senior. Seperti adanya instruksi melakukan adegan layaknya suami istri antar mahasiswa, serta perintah melakukan oral seks bagi mahasiswi dengan singkong berbentuk alat kelamin pria.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Zona Oranye, Wisata Kawah Ijen Resmi Dibuka Kembali

Masuk Zona Oranye, Wisata Kawah Ijen Resmi Dibuka Kembali

Regional
Curhat Tagihan Listrik Membengkak di Medsos, Ini Kata Bupati Probolinggo

Curhat Tagihan Listrik Membengkak di Medsos, Ini Kata Bupati Probolinggo

Regional
Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Regional
Diperkosa Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Dinikahkan dengan Pria 44 Tahun, Ini Kisahnya...

Diperkosa Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Dinikahkan dengan Pria 44 Tahun, Ini Kisahnya...

Regional
Mesum di Tempat Suci, Pasangan Gay Ditangkap, Warga Gelar Upacara Pecaruan

Mesum di Tempat Suci, Pasangan Gay Ditangkap, Warga Gelar Upacara Pecaruan

Regional
Job Manggung Hilang karena Corona, Kariyono Temukan Rezeki Melimpah dari Gentong Bekas

Job Manggung Hilang karena Corona, Kariyono Temukan Rezeki Melimpah dari Gentong Bekas

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral, Video Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam | 37 Pasangan ABG Rayakan Ultah dengan Pesta Seks

[POPULER NUSANTARA] Viral, Video Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam | 37 Pasangan ABG Rayakan Ultah dengan Pesta Seks

Regional
25 Tenaga Medis di RSUD Moewardi Solo Reaktif Berdasarkan Rapid Test

25 Tenaga Medis di RSUD Moewardi Solo Reaktif Berdasarkan Rapid Test

Regional
Mengeluh Tagihan Listrik Naik 275 Persen di Medsos, Bupati Probolinggo: Gila-gilaan

Mengeluh Tagihan Listrik Naik 275 Persen di Medsos, Bupati Probolinggo: Gila-gilaan

Regional
Cerita Angkatan 2020, Pilih Jualan Kaktus hingga Rawon Daripada Nonton Drakor

Cerita Angkatan 2020, Pilih Jualan Kaktus hingga Rawon Daripada Nonton Drakor

Regional
Sempat Dilerai Ayahnya, Pemuda Ini Nekat Bunuh Polisi dengan Senjata Tajam

Sempat Dilerai Ayahnya, Pemuda Ini Nekat Bunuh Polisi dengan Senjata Tajam

Regional
Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Regional
Kepergok Warga Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Gay Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Kepergok Warga Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Gay Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Regional
Jumlah Santri Gontor Ponorogo yang Positif Corona Bertambah

Jumlah Santri Gontor Ponorogo yang Positif Corona Bertambah

Regional
KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X