"Daripada Keperawanan Saya Diserahkan ke Pacar..."

Kompas.com - 11/12/2013, 16:15 WIB
Ilustrasi keperawanan foterIlustrasi keperawanan
|
EditorFarid Assifa

BENGKULU, KOMPAS.com
— N, salah seorang siswi sekolah menengah atas (SMA) di Kota Bengkulu yang bersedia menukarkan keperawanannya dengan BlackBerry, menilai tindakan yang dilakukannya itu lebih baik daripada keperawanannya diserahkan kepada pacar.

"Saya memang sangat ingin punya BlackBerry, pakaian seksi, dan cantik, namun tak punya uang cukup untuk membelinya. Jadi lebih baik saya tukar saja keperawanan dengan BB daripada diserahkan kepada pacar, tidak mendapatkan apa-apa," kata N, Minggu (8/12/2013).

N merupakan seorang siswi yang menjual keperawanannya hanya demi satu unit BlackBerry. Gadis ini mengaku memiliki banyak teman sesama pelajar SMA yang juga berprofesi menjajakan diri. Menurut dia, rata-rata temannya sudah lama menggeluti aktivitas tersebut.

Dia juga menceritakan, kebanyakan para siswi penjual diri terjun ke dunia gelap berawal dari pacaran. "Awalnya mereka pacaran, lalu coba-coba melakukan hubungan intim, setelah melakukan hubungan intim, lelakinya lari meninggalkan, akhirnya karena merasa sudah 'rusak', mereka jual diri," beber N.

Berkaca dari pengalaman itulah, N lebih memilih menukarkan keperawanannya dengan BlackBerry ketimbang menyerahkannya kepada pacar.

"Pacaran itu palsu, cenderung banyak merugikan perempuan. Ketika keperawanan sudah diambil pacar, maka dia lari begitu saja. Sementara perempuannya sedih, daripada sedih kan mendingan cari uang," katanya lagi.

Namun, pembicaraan Kompas.com dengan N tidak berlangsung lama setelah gadis ini menyadari lawan bicaranya tidak berniat untuk "membeli" keperawanannya. N pun berlalu begitu saja dengan wajah cemberut.

Selang beberapa jam kemudian, Kompas.com bertemu dengan salah seorang mahasiswa semester II di salah satu universitas negeri di Bengkulu. Pria berinisial DL ini mengaku memiliki kisah yang lengkap mengenai "bisnis keperawanan" ini. DL merupakan alumnus salah satu SMA negeri di Kota Bengkulu, yang pernah mengantar seorang siswi menjual keperawanannya ke pria hidung belang.

"Sekitar satu tahun lalu, tepatnya ketika saya masih kelas III SMA, saya memiliki teman wanita yang melakukan transaksi seperti itu," kata DL saat dijumpai di kediamannya di Kelurahan Sidomulyo, Kota Bengkulu, belum lama ini.

Dia mengisahkan bahwa fenomena "barter" keperawanan siswi SMA dengan BlackBerry sering terjadi. "Masih mending BB, malah ada yang ingin beli helm bogo rela jual perawan," kata DL dengan serius.

DL mengisahkan, sekitar setahun lalu, saat masih belajar di bangku SMA, dia memiliki beberapa teman yang nyambi sebagai pekerja seks dengan motif beragam. Umumnya, kata DL, mereka memiliki komunitas atau kelompok di sekolah. Namun, dari segi penampilan saat di sekolah, mereka biasa saja, tidak mencolok.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
Siswi SMA Ditemukan Tewas di Kebun, Terdapat Luka Tusuk di Leher dan Perut

Siswi SMA Ditemukan Tewas di Kebun, Terdapat Luka Tusuk di Leher dan Perut

Regional
Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

Regional
Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Regional
Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Regional
Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Regional
Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Regional
Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Regional
Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Regional
Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Regional
Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Regional
Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Regional
Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X