Alumnus ITN: Bongkar Kasus Ospek, Jangan Sudutkan Kampus

Kompas.com - 10/12/2013, 15:58 WIB
Aksi mahasiswa asal Mataram menggelar aksi mengecam kematian Fikri yang meninggal saat mengikuti ospek yang dilaksanakan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, Senin (9/12/2013). KOMPAS.com/Yatimul AinunAksi mahasiswa asal Mataram menggelar aksi mengecam kematian Fikri yang meninggal saat mengikuti ospek yang dilaksanakan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, Senin (9/12/2013).
|
EditorFarid Assifa

BENGKULU, KOMPAs.com — Salah seorang alumnus Institut Teknologi Negeri (ITN) Malang yang juga pernah menjadi ketua ospek Fakultas Teknik Jurusan Elektronika Komputer 2010, Noca Almansyah, meminta penegak hukum membongkar kasus kejahatan yang terjadi di kampusnya.

"Saya pernah menjadi ketua Ospek pada Fakultas Teknik Jurusan Elektronika Komputer 2010, tidak ada tindakan kekerasan dan memalukan seperti itu. Oleh karena itu, bongkar kejahatan itu dan jangan sudutkan kampus, karena itu ulah oknum mahasiswa," kata Noca ketika dihubungi di Bengkulu, Selasa (10/12/2013).

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa jurusan Planologi ITN, Fikri Dolasmantya Surya, tewas diduga akibat disiksa oleh oknum fendem (panitia keamanan ospek) Kemah Bakti Desa (KBD) yang berlangsung pada 9-13 Oktober 2013 lalu. Fikri, mahasiswa baru asal Mataram, Lombok, NTB, itu disiksa karena berupaya untuk melindungi para mahasiswa lain yang mengikuti ospek. Kasus Fikri diselesaikan dengan cara kekeluargaan antara keluarga korban dan pihak kampus ITN.

Selain tindakan kekerasan, dalam kegiatan itu mahasiswa baru diperlakukan asusila. Para mahasiswa laki-laki dan perempuan diduga disuruh melakukan adegan seperti berhubungan intim. Selain itu, mereka juga diberi singkong mirip alat kelamin pria untuk dimasukkan ke dalam mulut (oral). Aksi kekerasan seksual itu diakui pula pihak kampus ITN.

Ia melanjutkan, dahulu ospek sekaligus kemah bakti di pedesaan dikenal dengan nama inisiasi jurusan, mahasiswa baru diperkenalkan agar lebih peka dan peduli terhadap persoalan masyarakat dan membaur dengan mereka. Jelas, tidak ada sama sekali tindak kekerasan yang tidak manusiawi.

Noca juga merasa heran mengapa dalam waktu empat tahun terjadi perubahan drastis cara ospek di kampus ITN sehingga terjadi tindakan asusila. Acara inisasi jurusan atau kemah bakti sosial di masyarakat, kata dia, tujuannya mulia, yakni mengajarkan kepada mahasiswa baru cara berinteraksi dan memahami kondisi kemasyarakatan.

Dia merasa sedih ketika mengetahui dari pemberitaan dan komunikasi dengan alumni bahwa tindakan kekerasan dan asusila benar-benar terjadi di kampusnya. "Lalu, kenapa terjadi tindak kekerasan dan asusila? Saya juga heran, selama ini tidak ada kekerasan seperti itu," kata Noca.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Regional
100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

Regional
Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Regional
Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Regional
Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Regional
RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

Regional
Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Regional
Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Regional
Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Regional
Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Regional
Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Regional
Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Regional
Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Regional
Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X