Haul Gus Dur, Momentum Konsolidasi dalam Merawat Kebhinekaan

Kompas.com - 09/12/2013, 21:25 WIB
Ilustrasi: Istri almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah, melihat lukisan Gus Dur karya pelukis Jupri Abullah saat berlangsungnya peringatan setahun wafatnya Gus Dur di Kompleks Pesantren Ciganjur, Jalan Warung Sila, Jakarta, Rabu (29/12/2010). Acara haul akbar setahun wafanya KH Abdurrahman Wahid akan diperingati di kediaman Gus Dur pada 29 hingga 30 Desember 2010. KOMPAS/ALIF ICHWAN Ilustrasi: Istri almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah, melihat lukisan Gus Dur karya pelukis Jupri Abullah saat berlangsungnya peringatan setahun wafatnya Gus Dur di Kompleks Pesantren Ciganjur, Jalan Warung Sila, Jakarta, Rabu (29/12/2010). Acara haul akbar setahun wafanya KH Abdurrahman Wahid akan diperingati di kediaman Gus Dur pada 29 hingga 30 Desember 2010.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Empat tahun sudah Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur dipanggil Yang Maha Kuasa. Namun demikian, ajaran dan pemikirannya sampai saat ini masih terus dihidupkan.

Peringatan Haul Gus Dur 2013 yang digelar Jaringan Lintas Iman Yogyakarta pada 16 Desember dan 30 Desember mendatang menjadi momentum untuk merefleksikan pemikiran Sang Guru Besar Bangsa dalam merawat Kebhinekaan di Indonesia.

Ketua Panitia Peringatan Haul Gus Dur 2013, Ahmad Ghozi mengatakan, Yogya merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mampu menunjukan perdamaian di tengah keberagaman warga. Kota ini terus menciptakan banyak konstruksi yang terwujud dalam struktur harmoni. Namun akhir-akhir ini, sudah banyak dilansir terjadinya surplus kekerasan berlatar belakang agama dan keyakinan baik di Yogya maupun lingkup Indonesia.

"Haul Gus Dur selain untuk mendoakan beliau, juga sebagai momentum konsolidasi kembali elemen-elemen dalam merawat kebhinekaan Indonesia," jelas Ahmad Ghozi, Senin (9/12/2013).

Peringatan Haul Gus Dur dengan mengusung tema "Napak Tilas Gus Dur dalam Merawat Kebhinekaan Indonesia", lanjut Ghozi, merupakan upaya melestarikan gagasan toleransi dan perdamaian di tengah menguatnya gerakan intoleransi dan kekerasan di Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya. Selain itu, acara ini sebagai upaya menyegarkan kembali ingatan masyarakat, terutama generasi muda, akan indahnya kebersamaan dan kebhinekaan.

Menciptakan kembali semangat merawat dan menjaga kebhinekaan di Yogyakarta dan umumnya Indonesia menjadi tanggung jawab bersama. Mengembalikan kembali kesadaran generasi muda lewat refleksi pemikiran Sang Guru Bangsa, Gus Dur.

"Pemikiran-pemikiran Gus Dur masih relevan di zaman saat ini. Generasi muda harus merefleksikan untuk menjaga hidup toleransi, jangan sampai malah sebaliknya, terjebak dalam gerakan intoleransi yang menjurus kekekerasan," tandasnya.

Ghozi menjelaskan, acara peringatan Haul Gus Dur 2013 dibagi menjadi dua rangkaian besar. Pertama adalah ziarah budaya yang akan dilaksanakan pada Senin 16 Desember 2013 di Monumen Serangan Umum 1 Maret. Acara kedua adalah Tahlil Kebangsaan dan Pengajian Akbar yang akan dilaksanakan pada 30 Desember 2013.

Dalam acara ziarah budaya akan ada kirab dan pentas budaya lintas iman. Ada pula pembacaan puisi dari tokoh-tokoh lintas iman antara lain, Suster Maryati, Romo Triwidodo, KH Masrur Ahmad, KH Abdul Muhaimin, pendeta Paulus Lie, Mustofa Hasyim dan Koh Hwat.

Selain itu acara juga akan diisi dengan orasi budaya antara lain oleh KH Mustofa (Gus Muh), Buya Syafi'i Ma'arif, Romo Aloysis Budi, Bante Panyavaro dan ibu Shinnta Nuriyah Wahid (istri Gus Dur). "Gus Dur sudah memulai, sekarang kita yang merawat, meneruskan dan menjaga kebhinekaan dan toleransi," pungkasnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Divonis 3 Tahun Penjara, Penyuap Bupati Nonaktif Muara Enim: Saya Jalani dengan Ikhlas

Divonis 3 Tahun Penjara, Penyuap Bupati Nonaktif Muara Enim: Saya Jalani dengan Ikhlas

Regional
Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Regional
Menambang Pasir Ilegal di Sungai Progo Yogya dengan Mesin Sedot, Pria Ini Ditangkap

Menambang Pasir Ilegal di Sungai Progo Yogya dengan Mesin Sedot, Pria Ini Ditangkap

Regional
Antisipasi Virus Corona, Gubernur Olly Tunda Penerbangan dari China ke Manado

Antisipasi Virus Corona, Gubernur Olly Tunda Penerbangan dari China ke Manado

Regional
Polisi: Klaim yang Dilontarkan Petinggi Sunda Empire Tak Berdasar

Polisi: Klaim yang Dilontarkan Petinggi Sunda Empire Tak Berdasar

Regional
Kepala BNN Sebut Heroin dan Kokain Hanya Ada di Bali, Ini Kata Gubernur

Kepala BNN Sebut Heroin dan Kokain Hanya Ada di Bali, Ini Kata Gubernur

Regional
Penyebab Ratusan Ekor Kerbau Moa Mati Sepanjang 2019

Penyebab Ratusan Ekor Kerbau Moa Mati Sepanjang 2019

Regional
Virus Corona Merebak, Warga Tetap Gemar Makan Olahan Daging Kelelawar

Virus Corona Merebak, Warga Tetap Gemar Makan Olahan Daging Kelelawar

Regional
Mobil Patroli Digembok Dishub karena Parkir di Jalan, Polisi Minta Maaf

Mobil Patroli Digembok Dishub karena Parkir di Jalan, Polisi Minta Maaf

Regional
Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter

Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter

Regional
Istri Gubernur Akui Angka Stunting di Maluku Tinggi, Ini Penyebabnya

Istri Gubernur Akui Angka Stunting di Maluku Tinggi, Ini Penyebabnya

Regional
Risma Diduga Dihina di Facebook, Polisi Periksa 9 Orang

Risma Diduga Dihina di Facebook, Polisi Periksa 9 Orang

Regional
Polisi Kesulitan Ungkap Penyebab Tewasnya Siswi SMP di Tasikmalaya

Polisi Kesulitan Ungkap Penyebab Tewasnya Siswi SMP di Tasikmalaya

Regional
4 Begal Sadis di Timika Diringkus Polisi, Salah Satunya Perempuan

4 Begal Sadis di Timika Diringkus Polisi, Salah Satunya Perempuan

Regional
Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X