Hari Antikorupsi, Dua Unjuk Rasa Digelar di Banyuwangi

Kompas.com - 09/12/2013, 15:42 WIB
Mahasiswa PMII dan GMNI menggelar aksi teratrikal di halaman gedung DPRD Banyuwangi memperingati Hari Anti Korupsi Internasional Senin (09/11/2013) KOMPAS.com / IRA RACHMAWATIMahasiswa PMII dan GMNI menggelar aksi teratrikal di halaman gedung DPRD Banyuwangi memperingati Hari Anti Korupsi Internasional Senin (09/11/2013)
|
EditorFarid Assifa

BANYUWANGI, KOMPAS.com — Dua aksi memperingati Hari Antikorupsi Internasional digelar di Kabupaten Banyuwangi bersamaan dengan sidang paripurna Pengajuan Nota Pengantar RAPBD 2014 di Gedung DPRD Banyuwangi, Senin (9/12/2013).

Aksi yang pertama digelar gabungan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Banyuwangi. Imam Soejono, koordinator aksi kepada Kompas.com, Senin (9/12/2013), menjelaskan, mereka membuat petisi 2013 yang berisi rekomendasi dan mendorong pemberantasan korupsi, khususnya di Banyuwangi.

"Kami mendesak dan mengajak Bupati Banyuwangi, birokrasi pemerintahan, dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak menciptakan peluang dan melakukan tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan pemerintahan serta berkewajiban memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sesuai dengan sumpah jabatan yang diucapkan," jelasnya.

Setelah berorasi di depan kantor Pemda Banyuwangi, mereka menyampaikan petisi 2013 kepada Bupati Banyuwangi, Ketua DPRD Banyuwangi, Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi, dan Kepala Lembaga Permasyarakatan Banyuwangi.

Sementara itu, aksi kedua digelar dengan waktu yang hampir bersamaan oleh Forum Cipayung, koalisi mahasiswa dari pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi, dan pengurus cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi. Belasan mahasiswa tersebut melakukan long march dari depan kampus Untag menuju gedung DPRD Banyuwangi.

Dengan membawa poster yang berisi kecaman kepada koruptor, mereka juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Di halaman gedung DPRD Banyuwangi, mereka menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan pejabat korupsi yang menyebar-nyebarkan uang dan tidak peduli dengan rakyat yang kesusahan.

"Aksi ini merupakan wujud keprihatinan kalangan mahasiswa terhadap tindak korupsi di negara Indonesia yang dinilai cukup marak dari pemerintah pusat hingga daerah," ujar Sofari, koordinator lapangan di sela-sela aksi tersebut, Senin (9/12/2013).

Selain itu, tambahnya, penyebab korupsi di antaranya faktor ekonomi, yakni rendahnya penghasilan yang didapat, tidak sebanding dengan gaya hidup yang konsumtif. "Juga budaya tip atau gratifikasi yang dinilai melanggar aturan," jelasnya.

Sebelum meninggalkan gedung DPRD Banyuwangi, mahasiswa sempat memberikan uang mainan kepada anggota dewan Banyuwangi sebagai simbol matinya hati nurani pejabat yang korupsi uang rakyat. Selain kedua aksi tersebut, Kejaksaan Negeri Banyuwangi juga melakukan aksi sosial dengan membagi-bagikan bunga, pamflet, serta stiker tentang Hari Antikorupsi kepada pengguna jalan rasa di seputar Taman Blambangan Banyuwangi.

Menurut Paulus Agung, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banyuwangi di tahun 2013, ada tiga tersangka dari kasus pembangunan gedung RSUD Genteng yang saat ini disidangkan di pengadilan Tipikor Surabaya. "Satu lagi pungli, biaya nikah yang masih kami selidiki kasusnya," jelasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.