Giliran Warga yang Demo Minta Kampus Unibraw Dibangun

Kompas.com - 09/12/2013, 13:44 WIB
Salah satu suasana warga Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, saat berunjukrasa di depan gedung DPRD setempat guna meminta pembangunan Kampus Unibraw, Senin (9/12/2013). Kompas.com/M. Agus Fauzul HakimSalah satu suasana warga Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, saat berunjukrasa di depan gedung DPRD setempat guna meminta pembangunan Kampus Unibraw, Senin (9/12/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEDIRI, KOMPAS.com - Jika sebelumnya aksi meminta pembangunan kampus Universitas Brawijaya Malang di Kediri, Jawa Timur, dilakukan oleh para mahasiswa, kini para berganti warga Kediri yang berunjukrasa meminta pembangunan kampus itu, Senin (9/12/2013).

Massa pengunjukrasa yang datang dari beberapa kelurahan di Kecamatan Mojoroto terutama Kelurahan Mrican (tempat rencana pembangunan kampus Unibraw) dan sekitarnya itu berunjuk rasa di gedung DPRD Kota Kediri.

Mereka memposisikan diri sebagai pengunjukrasa karena para pihak terkait pembangunan kampus Unibraw dinilai lambat dalam merespon realisasi pendirian kampus di lingkungan mereka.

Padahal rencana tersebut sudah bergulir sejak sekitar 3 tahun lalu dan bahkan sudah ada aktivitas pembelajaran oleh mahasiswa Unibraw. Oleh sebab itu mereka turut mendesak elemen wakil rakyat agar secepatnya merevisi dokumen yang menjadi kunci peralihan tanah kas pemerintah yang sedianya akan dijadikan lokasi pembangunannya, serta meminta prioritas pembahasan permasalahan ini dalam pansus nanti.

"Kita beri deadline hingga akhir Desember ini harus sudah tuntas semuanya," kata Zaenuri, salah satu perwakilan warga, saat ditemui beberapa wakil fraksi dprd di ruang Komisi C kantor DPRD.

Menurut Hari Dwitanto, perwakilan warga lainnya, warga sangat berkepentingan dengan pembangunan kampus itu karena dinilainya akan membawa dampak positif bagi warga sekitarnya.

Selain karena faktor perekonomian, menurut dia, juga tersedianya pendidikan yang berkualitas bagi warga Kediri. " Ini tidak hanya demi warga Mrican, tapi bagi Kediri dan daerah sekitarnya," kata dia.

Atas permintaan warga itu, kalangan anggota dprd menyatakan akan segera menindaklanjutinya dengan menggelar pansus. "Kita akan prioritaskan karena selain berhubungan dengan kebijakan politik, hal ini juga berkaitan dengan hak rakyat," kata Mujiono, salah satu anggota DPRD dalam pertemuan itu.

Usai menggelar aksinya, massa kemudian bergeser melanjutkan aksi di kantor Pemerintah Kota Kediri. Permasalahan pembangunan kampus Unibraw atau disebut juga kampus IV ini terus bergulir. Karena ketiadaan kampus tetap, para mahasiswa Unibraw terpencar di beberapa lokasi baik di Kota Kediri maupun Kabupaten Kediri dalam mengikuti perkuliahannya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bali Rencana Buka Pariwisata untuk Wisatawan Nusantara 31 Juli

Bali Rencana Buka Pariwisata untuk Wisatawan Nusantara 31 Juli

Regional
Sri Sultan HB X: Hotel, Rumah Makan, Objek Wisata Silakan Buka

Sri Sultan HB X: Hotel, Rumah Makan, Objek Wisata Silakan Buka

Regional
Jenazah Serma Rama Wahyudi Dijadwalkan Tiba di Riau pada 3 Juli 2020

Jenazah Serma Rama Wahyudi Dijadwalkan Tiba di Riau pada 3 Juli 2020

Regional
Pulihkan Sektor Wisata, Pemprov Jabar Gelar Bulan Diskon

Pulihkan Sektor Wisata, Pemprov Jabar Gelar Bulan Diskon

Regional
Polda Sulsel Tangkap DPO Kasus Pembunuhan Babinsa di Tambora

Polda Sulsel Tangkap DPO Kasus Pembunuhan Babinsa di Tambora

Regional
Di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua, Beras 10 Kilogram Dijual Rp 2 Juta dan Mi Instan Ditukar Emas

Di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua, Beras 10 Kilogram Dijual Rp 2 Juta dan Mi Instan Ditukar Emas

Regional
100 Pedagang Positif Corona, Pemkot Jayapura Tetap Buka Pasar Youtefa

100 Pedagang Positif Corona, Pemkot Jayapura Tetap Buka Pasar Youtefa

Regional
Pengakuan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Kebun Karet: Ayah Dia Utang Narkoba

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Kebun Karet: Ayah Dia Utang Narkoba

Regional
Keluarga Pengundang Rhoma Irama Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Keluarga Pengundang Rhoma Irama Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Regional
KPU Jember Panggil 21 Penyelenggara Pemilu yang Dilaporkan Dukung Calon Perseorangan

KPU Jember Panggil 21 Penyelenggara Pemilu yang Dilaporkan Dukung Calon Perseorangan

Regional
Adopsi Anak hingga Gagas Perpustakaan Keliling, Aipda Donny Terima Pin Emas Kapolri

Adopsi Anak hingga Gagas Perpustakaan Keliling, Aipda Donny Terima Pin Emas Kapolri

Regional
Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Diimunisasi, Sebelumnya Alami Pendarahan, Kejang, Lebam

Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Diimunisasi, Sebelumnya Alami Pendarahan, Kejang, Lebam

Regional
91 Persen Pasien Covid-19 di Kota Padang Merupakan OTG dan ODP

91 Persen Pasien Covid-19 di Kota Padang Merupakan OTG dan ODP

Regional
Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Regional
Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X