Kompas.com - 09/12/2013, 13:31 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAGELANG, KOMPAs.com - Di Kota Magelang, Jawa Tengah, Hari Anti korupsi se-Dunia yang tepat jatuh pada Senin (9/12/2013) juga diwarnai aksi unjuk rasa.

Berlokasi di Alun-alun Kota Magelang, para peserta aksi yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat (GEMA) Anti Korupsi Kota Magelang melakukan orasi mengecam tindakan korupsi.

Selain itu mereka juga melakukan bagi-bagi bendera yang bertuliskan anti korupsi kepada warga Magelang yang melintas di sekitar Alun-alun Kota Magelang.

GEMA Anti Korupsi itu terdiri dari para calon legislatif dan kader partai politik peserta pemilu, antara lain seperti Gerindra, PKPI, PDI Perjuangan, PAN, Nasdem, Hanura dan PKB. Ada pula sejumlah mahasiswa dari himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan KNPI Kota Magelang.

"Kami sengaja tidak mengundang Partai Demokrat dan PKS karena rakyat tidak menghendaki, dua partai itu dinilai telah melakukan korupsi," ujar Mansur, Ketua Presidium Gema Anti Korupsi, di sela-sela aksi.

Uniknya di antara mereka turut aksi belasan tukang becak dan perwakilan dari masyarakat dari 17 kelurahan yang ada di Kota Magelang sebagai cerminan rakyat. Mereka mempersembahkan sebuah tumpeng nasi kuning sebagai lambang keselamatan bagi Bangsa Indonesia dari tindakan para koruptor.

"Nasi tumpeng itu kami serahkan ke pihak kepolisian dan kejaksaan sebagai support dari masyarakat kepada penegak hukum untuk serius menindak tindak korupsi," tegas Mansur.

Setelah melakukan orasi, mereka menggalang tanda-tangan diatas kain putih sepanjang tiga meter sebagai paktaintegritas atau komitmen para caleg untuk tegas tidak melakukan segala bentuk korupsi.

"Melalui paktaintegritas ini para caleg bersumpah dihadapan masyarakat untuk tidak melakukan korupsi setelah nanti terpilih dan dilantik," ujar Mansur yang juga aktivis HMI itu.

Mereka kemudian melakukan longmarch dari Alun-alun, melintas depan Makko Polres Magelang Kota dan terakhir di kantor Kejaksaan Kota Magelang di Jalan Veteran.

Sriyanto, politisi PKPI yang turut ikut aksi mendesak pemerintah terutama para penegak hukum untuk tidak segan menghukum seberat-beratnya atau jika perlu hukuman mati para koruptor. "Selama ini, penegak hukum masih belum menyelesaikan dengan tuntas kasus korupsi yang ada. Koruptor hanya dihukum ringan," kata anggota Komisi C DPRD Kota Magelang itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.