Wisatawan Didorong Lebih Lama Tinggal di Sleman

Kompas.com - 08/12/2013, 19:33 WIB
Wisatawan bersepeda motor di lereng Merapi, Sleman, DIY Yogyakarta. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisatawan bersepeda motor di lereng Merapi, Sleman, DIY Yogyakarta.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman berupaya meningkatkan lama tinggal wisatawan di Sleman. Sebab meski tiap tahunya mengalami peningkatan kunjungan wisata, namun belum signifikan mempengaruhi lamanya tinggal wisatawan.

"Kami terus berkreasi mengembangkan obyek wisata baru. Diharapkan nantinya bisa menambah lama kunjungan," ucap Kepala Disbudpar Sleman Ayu Laksmidewi, Minggu (08/12/2013).

Pada 2011, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mencatat kunjungan 3.277.728 wisatawan, yang terdiri atas 3.015.387 turis domestik, dan 262.341 mancanegara. Tahun berikutnya, tercatat sebanyak 3.418.254 wisatawan terdiri 3.076.676 pelancong lokal, dan sisanya dari luar negeri.

Sementara itu berdasarkan data, pada 2011, lama tinggal wisatawan domestik hanya 2,55 hari sedangkan wisatawan mancanegara 2,76 hari. Tahun 2012, angkanya hanya meningkat di kisaran 0,01-0,02.

"Salah satu yang menjadi fokus pengembangan adalah desa wisata. Saat ini di Sleman terdapat 38 desa wisata. Sebanyak 12 diantarnya masuk kategori mandiri, 13 desa berkembang, dan lainnya masih tumbuh," jelasnya.

Salah satu pengelola desa wisata Pentingsari Cangkringan, Doto Yogantoro mengatakan, tiap tahun kunjungan terus naik. Dari awal merintis pada tahun 2009, hanya sekitar 1.000 orang yang datang. Saat ini mencapai 300.000 pengunjung dengan perputaran uang hingga Rp 60 juta per bulan.

"Tren kunjungan ke desa wisata akhir-akhir ini memang cukup menggembirakan. Terus mengalami peningkatan," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X