Polres Garut: Korban Pengeroyokan Tidak Diseret

Kompas.com - 06/12/2013, 22:06 WIB
Ilustrasi pemukulan. Kompas.com/ EricssenIlustrasi pemukulan.
|
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com - Kepala Satuan Reskrim Polres Garut, AKP Dadan Garnadi membantah pihaknya mengabaikan laporan Agus (50), pria yang mengaku diseret sejauh dua kilometer oleh kepala Desa Panembong dan rekan-rekannya.

"Tidak benar itu. Kami sudah memanggil saksi-saksi. Bahkan kita sudah menetapkan dua tersangka," kata Dadan melalui sambungan telepon, Jumat (6/12/2013) malam.

Pihaknya juga menyayangkan pengakuan korban kepada wartawan ikhwal penyeretan sejauh dua kilometer oleh para pelaku, karena keterangan itu berbeda saat disampaikan kepada penyidik.

"Itu pengakuan korban (di-BAP) tidak ada diseret pakai motor. Kalau dipukuli, iya. Muka bengap. Keterangan saksi-saksi (soal penyeretan) tidak ada. Jadi tolong bicara yang benar," jelas Kasatreskrim.


Sebelumnya diberitakan, Agus (50), warga Kampung Lebakwangi, Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Garut mengaku mengalami gegar otak setelah dikeroyok Kepala Desa Panembong, Iman dan sekelompok pemuda. Pria ini mengaku diseret oleh para pelaku sejauh dua kilometer.

Diduga aksi keji kepala desa ini dipicu persoalan perempuan. Pasalnya, Agus baru saja melamar seorang perempuan di kampung halaman Kepala Desa Panembong, Iman.

"Mereka memukuli saya dan menyeret saya pakai motor sejauh dua kilo. Seolah saya pelaku jinah. Kata dokter saya bisa gegar otak," kata Agus di rumahnya, Jumat (6/12/2013) siang sambil menunjukkan foto CT scan dari sebuah rumah sakit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X