Kompas.com - 05/12/2013, 19:12 WIB
Kepala BNNP Sulsel, Kombes Polisi Richard M Nainggolan menggelar kasus narkoba yang diungkapnya melibatkan narapidana dan pegawai Rutan Klas 1 Makassar, Kamis (5/12/2013). KOMPAS.com/Hendra CiptoKepala BNNP Sulsel, Kombes Polisi Richard M Nainggolan menggelar kasus narkoba yang diungkapnya melibatkan narapidana dan pegawai Rutan Klas 1 Makassar, Kamis (5/12/2013).
|
EditorKistyarini

MAKASSAR, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan mensinyalir Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Makassar menjadi tempat pengemasan sabu-sabu. Tudingan itu berdasarkan tertangkapnya seorang narapidana dan pegawai Rutan dengan nilai transaksi mencapai miliaran rupiah dan barang bukti yang disita petugas BNN.

"Kalau dilihat dari bukti-bukti yang ada seperti transaksi mencapai miliaran rupiah, pembungkus sabu yang jumlahnya banyak, timbangan eletrik ada dua, disinyalir Rutan Klas 1 Makassar jadi tempat pengemasan sabu. Tidak mungkin ada barang-barang semacam ini dalam jumlah banyak jika bukan jadi tempat pengemasan sabu," kata Kepala BNNP Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Richard M Nainggolan, dalam konferensi pers di kantor BNN Jalan Manunggal, Makassar, Kamis (5/12/2013).

Saat ditanya soal adanya kemungkinan pabrik narkoba di Rutan maupun di Lapas, Richard belum bisa memastikan adanya kemungkinan itu. Namun dia tidak menampik banyaknya kasus narkoba yang melibatkan lembaga pemasyarakatan itu.

"Kalau dilihat sih banyak kasus yang melibatkan rutan dan lapas. Ada beberapa kasus narkoba yang barang haram bersumber dari lapas dan rutan yang ditangani penyidik jajaran Polda Sulselbar dan BNNP Sulsel sendiri. Bahkan pernah Polres Maros menyita bahan baku sabu yang hendak diselundupkan masuk ke Lapastika Bollangi, Kabupaten Gowa," ungkap Richard.

Untuk memastikan adanya pabrik narkoba dalam Rutan maupun Lapastika, BNNP Sulsel mengaku masih menyelidiki atas kasus tersebut. "Ya, kita masih selidiki dan dalami terkait kasus-kasus yang ada temuan-temuan kita di lapangan," tandasnya.

Kompas.com menghubungi Kepala Rutan Kelas I Makassar, Budi Sarjono, untuk meminta tanggapan tentang tuduhan itu. Namun Budi tidak mengangkat telepon.

Sebelumnya telah diberitakan, seorang narapidana berinisial KD (32) dan pegawai Rutan Klas 1 Makassar, MTR (35) ditangkap oleh BNNP Sulsel, Rabu (4/12/2013). KD sebagai pemodal bekerja sama dengan MTR mengedarkan sabu dari dalam Rutan keluar ke pelanggannya yang berada di luar.

Awalnya MTR tertangkap tangan bertransaksi narkoba dengan pelanggannya FR (25) warga Kota Makassar dan rekan wanitanya EJ (18) warga asal Manado, Sulawesi Utara (Sulut) di Jalan Sultan Alauddin. Setelah ditelusuri oleh petugas BNNP Sulsel, ternyata bandarnya adalah KD yang sudah tiga kali tertangkap dalam kasus narkoba.

Dari pengungkapan kasus itu, petugas BNNP menyita barang bukti 22 gram sabu-sabu, dua timbangan elektronik, pembungkus sabu dalam jumlah banyak, aluminium foil, beberapa pireks dan handpone.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X