Kompas.com - 05/12/2013, 16:16 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan menangkap seorang narapidana dan pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Makassar mengedarkan sabu-sabu di Jalan Sultan Alauddin, Rabu (4/12/2013).

Kepala BNNP Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Richard M Nainggolan dalam konferensi pers di kantornya di Jalan Manunggal, Kamis (5/12/2013) menjelaskan, penangkapan ini dilakukan setelah petugas menyelidikinya setelah dua bulan.

Dalam awal pengungkapan, petugas mengintai tersangka MTR (35) yang merupakan pegawai Rutan saat bertransaksi dengan pembelinya, FR (25), warga kota Makassar dan teman wanitanya, EJ (18) asal Manado, Sulawesi Utara. Ketiganya bertansaksi di Jalan Sultan Alauddin, terpatnya di perempatan Jalan Nusakambangan.

"Sempat mobil petugas dengan para tersangka baku tabrak. Petugas berusaha menghentika para tersangka yang ingin kabur. Penangkapan berlangsung sekitar 1 harian untuk mengungkapnya hingga masuk ke dalam Rutan," katanya.

Dari pengembangan ketiganya, petugas kemudian menangkap tersangka KD (32) yang merupakan narapidana. KD tertangkap ketiga kalinya dengan kasus yang sama. Napi KD tertangkap pertama kali oleh anggota Polda Sulselbar dan divonis lima tahun penjara. Namun baru setahun menjalani hukuman, KD kembali tertangkap mengedarkan narkoba. Belum juga divonis oleh Pengadilan dalam kasus keduanya, KD kembali diringkus dengan kasus yang sama.

"Di dalam Rutan, petugas sempat melakukan penggeledahan dan ditemukan banyak barang bukti. Jadi total sabu yang disita sebanyak 22 gram, handphone, banyak pembungkus sabu, timbangan elektrik dua buah, aluminium foil, dan beberapa pireks kaca. Tersangka KD memang bandar narkoba yang mengontrol bisnis haramnya dari dalam penjara," bebernya.

Richard menduga masih ada pegawai Rutan lainnya yang terkait kasus narkoba. Untuk itu, petugas BNN masih melakukan penyelidikan dan pengembangan. "Ya, diduga masih ada petugas Rutan lainnya yang terlibat. Tersangka KD sudah lama menjalankan bisnisnya di balik jeruji besi. Kita masih selidiki dan kembangkan," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan urine keempat tersangka, tiga orang dinyatakan positif menggunakan narkoba, yakni KD, MTR dan FR. Sementara EJ negatif menggunakan narkoba.

"Ketiga tersangka yang positif urinenya dikenakan Undang-undang Narkotika dengan Pasal 112, 114, dan 127. Sedangkan EJ yang urinenya negatif, tetap dinyatakan tersangka karena tidak melaporkan adanya transaksi narkoba dan melakukan pembiaran. Jadi kita masih periksa EJ, apakah dia dikenakan pasal 131 atau pasal 132," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.