Warga Difabel Malang Tuntut Satu Persen Akses Pekerjaan

Kompas.com - 05/12/2013, 12:35 WIB
Aksi simpatik dari warga difabel di Malang, Jawa Timur, Kamis (5/12/2013). Aksi tersebut menuntut satu persen kouta pekerjaan untuk warga difabel. KOMPAS.com/Yatimul AinunAksi simpatik dari warga difabel di Malang, Jawa Timur, Kamis (5/12/2013). Aksi tersebut menuntut satu persen kouta pekerjaan untuk warga difabel.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MALANG, KOMPAS.com - Puluhan warga difabel (penyandang cacat) yang tergabung Forum Difabel Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu), Jawa Timur, menggelar aksi simpatik menuntut agar Pemerintah Daerah memberikan satu persen kouta akses pekerjaan.

Aksi simpati itu digelar di depan Balai Kota Malang, Kamis (5/11/2013), dengan cara melakukan konvoi menggunakan sepeda motor roda tiga. Mereka berkeliling jalan protokol di Kota Malang.

Unjuk rasa ini digelar dalam rangka merayakan hari Penyandang Disabilitas Internasional, 3 Desember lalu. "Aksi itu dilakukan, karena penyandang disabilitas belum dipenuhi hak-haknya. Masih mendapatkan stigma buruh, diskriminatif dan tindakan melanggar HAM," kata Koordinator aksi, Slamet Tohari, ditemui disela-sela aksi.

"Pemerintah harus memperbaiki aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, seperti tempat ibadah, trotoar, pasar, tempat pendidikan dan lainnya. Memperbarui sekolah inklusif," kata Slamet.

Selain itu, mendapatkan jaminan kesehatan dan jaminan sosial serta memperbaiki transportasi yang ramah. "Yang paling utama, menerapkan kouta satu persen akses pekerjaan untuk penyandang difabel. Harus ada anggaran khusus dari pemerintah," katanya.

Terakhir, kata Slamet, pemerintah harus memberikan sanksi atau hukuman pada instansi terkait baik negeri maupun swasta yang melakukan tindakan diskriminatif bagi penyandang disabilitas. "Banyak pihak perbankkan yang menolak kita menjadi nasabah. Hal itu sangat tidak adil. Hanya itu yang kami butuhkan. Karena kami juga punya hidup dan meningkat fasilitas yang dirasakan warga lainnya," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa Buka Pos Medis untuk Penyintas Longsor dan Banjir Bogor

Dompet Dhuafa Buka Pos Medis untuk Penyintas Longsor dan Banjir Bogor

Regional
Diumumkan, Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkot Surabaya hingga Aturan yang Tak Boleh Dilanggar

Diumumkan, Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkot Surabaya hingga Aturan yang Tak Boleh Dilanggar

Regional
Mengaku Kehabisan Uang Saat Liburan, 4 Wanita Telibat Bisnis Prostitusi Online

Mengaku Kehabisan Uang Saat Liburan, 4 Wanita Telibat Bisnis Prostitusi Online

Regional
Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Regional
Iming-iming Uang, Bocah SD 3 Kali Dicabuli Seorang Pemuda di Pasaman Barat

Iming-iming Uang, Bocah SD 3 Kali Dicabuli Seorang Pemuda di Pasaman Barat

Regional
Kelaparan Selama Bersembunyi di Hutan, Buronan Pemerkosa Anak Kandung Akhirnya Serahkan Diri

Kelaparan Selama Bersembunyi di Hutan, Buronan Pemerkosa Anak Kandung Akhirnya Serahkan Diri

Regional
Kronologi Kepala Bocah 6 Tahun Tertancap Tang yang Dijatuhkan Pekerja Reklame

Kronologi Kepala Bocah 6 Tahun Tertancap Tang yang Dijatuhkan Pekerja Reklame

Regional
2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

Regional
Cita Rasa Kue Keranjang Ong Eng Hwat, Dikemas Daun Pisang dan Dimasak Pakai Tungku Tua

Cita Rasa Kue Keranjang Ong Eng Hwat, Dikemas Daun Pisang dan Dimasak Pakai Tungku Tua

Regional
Kronologi Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka

Kronologi Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka

Regional
7 Peristiwa Paus Terdampar , Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

7 Peristiwa Paus Terdampar , Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

Regional
Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Regional
Sunda Empire Eksis di Aceh Utara, Bupati Minta Masyarakat Jangan Terkecoh

Sunda Empire Eksis di Aceh Utara, Bupati Minta Masyarakat Jangan Terkecoh

Regional
Ini Bahaya Ular Weling yang Tewaskan Anak 11 Tahun di Bandung

Ini Bahaya Ular Weling yang Tewaskan Anak 11 Tahun di Bandung

Regional
Kepada Polisi, Sunda Empire Aceh Klaim Miliki Ratusan Anggota

Kepada Polisi, Sunda Empire Aceh Klaim Miliki Ratusan Anggota

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X