Kompas.com - 04/12/2013, 21:09 WIB
SMPN 1 Nunukan disegel beberapa warga yang mengaku ahli waris lahan November kmrn. KOMPAS.com/SUKOCOSMPN 1 Nunukan disegel beberapa warga yang mengaku ahli waris lahan November kmrn.
|
EditorKistyarini

NUNUKAN, KOMPAS.com — Puluhan bangunan sekolah dasar di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ditengarai berdiri di atas lahan yang bermasalah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan Nizaruddin mengatakan, mayoritas sekolah peninggalan Orde Baru tidak dilengkapi dengan legalitas lahan.

“Sekolah-sekolah peninggalan Orde Baru itu hampir-hampir tidak ada legalitas lahan itu. Kami sudah menugaskan untuk menindaklanjuti ke Bulungan, tetapi di sana juga tidak ada," kata Nizaruddin.

Berdasarkan hasil pendataan pada tahun 2013, puluhan bangunan SD di Nunukan berdiri di lahan bermasalah. “Saya tidak bisa memastikan tapi cukup banyak, puluhan. Terutama di wilayah tiga daerah Sebuku, Sembakung, dan Lumbis. Sekalipun terlambat, kami memerintahkan ke bagian aset untuk mengimbau sekolah agar mengirimkan tentang legalitas lahan tersebut. Kami berupaya untuk meng-clear-kan lahan-lahan tersebut sampai menerbitkan sertifikat segala, kalau masyarakat juga punya tentang legalitas lahan tersebut, yang tentunya dalam pertimbangan mereka punya hak di sana kami ya tidak bisa menahan untuk mereka tidak menggugat,” papar Nizaruddin.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Disdik Kabupaten Nunukan mengajukan anggaran sebesar Rp 300 juta pada APBD Tahun 2014 untuk melakukan legalitas lahan. “Tentunya kita tingkatkan statusnya katakanlah ini hibah. Hibah ini bagaimana kita koordinasikan dengan BPN,” ujar Nizaruddin.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Nunukan, Andi Lukman, menilai, pemerintah daerah terlalu lamban menyelesaikan permasalahan lahan. “Pemerintah daerah tidak memiliki tim untuk memverifikasi lahan yang telah dibangun. Kebanyakan masalah hibah ini kan orangtua yang menghibahkan, kemudian anak baru menuntut," kata Andi Lukman.

Dia menambahkan, sejak 2012 DPRD sudah mewanti-wanti agar pemerintah segera membentuk tim yang mengurus aset daerah. "Tapi sampai saat ini kita lihat belum ada perkembangan signifikan. Padahal permasalahan lahan banyak sekali, tumpang tindih lahan antara masyarakat dengan perusahaan. Kemudian antara masyarakat dengan masyarakat, batas-batas desa juga bermasalah. Ini akan menimbulkan gejolak sosial,” ujar Andi Lukman.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.