Kompas.com - 04/12/2013, 14:52 WIB
|
EditorFarid Assifa
KOLAKA, KOMPAS.com - Sulitnya para nelayan tradisional di Kolaka, Sulawesi Tenggara untuk mendapatkan solar diduga dimanfaatkan oleh pengelola Solar Dealer Paket Nelayan (SPDN) untuk berbuat curang. Bagi nelayan tempel (sebetuan nelayan tradisional yang menggunakan mesin kecil), setiap pembelian bahan bakar solar di SPDN selalu saja takarannya dikurangi. Pihak pengelola SPDN pun seolah tutup mata mengenai hal tersebut.

Praktik curang pengelola SPDN ini memicu kekecewaan nelayan tradisional. Mereka berharap diperlakukan secara adil. Contohnya Jufri, salah satu nelayan Kolaka ini mengaku, setiap pembelian 10 liter solar takarannya selalu berkurang antara 3 sampai 4 liter. Pengurangan takaran juga terjadi pada pembelian solar dalam jumlah yang banyak.

“Bandingkan saja, kalau kita isi drum yang 200 liter itu pasti kurang. Kan pernah saya ceritakan toh, juga tidak ada responsnya. Dalam satu jerigen itu kekurangannya sampai 4 liter," ungkap Jufri, Rabu (4/12/2013).

Jufri meminta pemerintah untuk tidak tinggal diam dengan masalah ini. Para nelayan memiliki hak penuh untuk mendapatkan solar di SPDN. Para nelayan, kata dia, sebenarnya sudah lama bersabar dengan sistem bergilir pembagian jatah solar yang dilalukan pihak SPDN.

Secara terpisah, petugas SPDN Dermaga Kolaka, Yusuf membantah tudingan nelayan terkait pengurangan takaran liter tiap pembelain solar. Menurutnya, setiap pengisian yang menggunakan liter, selalu saja dilihat oleh nelayan itu sendiri.

“Tidak mungkin kita lakukan pengurangan liter. Setiap pengisian pakai liter itu ada nelayan yang lihat. Kalau dikurangi, pasti mereka protes dan hal ini tidak mungkin kita lakukan,” cetusnya.

Terkait kerusakan pompa pengisian atau nozzle, Yusuf mengakuinya. Namun, kata dia, setiap pengisian yang menggunakan nozzle, takarannya bahkan selalu berlebih.

“Kalau pakai nozzle itu selalu saja lebih takarannya karena memang nozzle yang kita gunakan itu sudah tidak stabil. Sebenarnya pemakaian nozzle hanya untuk memperlancar dan biar cepat proses pengisian tangki kapal nelayan,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.