Tidak Semua Perempuan Bisa Balik Jadi "Perawan"

Kompas.com - 04/12/2013, 09:27 WIB
Shutterstock Ilustrasi

SURABAYA, KOMPAS.com - Maraknya operasi pengembalian keperawanan atau operasi vaginoplasty di Surabaya, ternyata belum tentu bisa dirasakan oleh semua perempuan, meskipun mereka mempunyai dana yang cukup.

Sebab, tidak semua selaput dara bisa dikembalikan. Dokter spesialis bedah plastik di RS Bedah Surabaya (RSBS) Djoned Sananto, Selasa (3/12/2013) menjelaskan, selaput dara seperti kain. Semakin parah robeknya, tentu semakin susah menjahitnya.

Apalagi, kata dia, yang sudah berhubungan intim berkali-kali. Buat yang baru sekali dua melakukan hubungan intim, masih ada harapan. "Buat yang sudah mengantongi jam terbang di atas 10 kali, ya wassalam. Apalagi, buat yang sudah melahirkan," cetusnya.

"Cara dan teknik 'bermain' juga menentukan. Kalau mainnya sopan-sopanan, masih bisa. Tapi kalau sambil loncat-loncat ya tentu sudah rusak enggak karuan selaput daranya," sebut Sananto lagi.

Dr Hardianto SpOG (K), pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Surabaya, menjelaskan, saat ini tren pasien lebih mengedepankan aspek kecantikan dan gaya hidup kaum urban.

"Namun bagi saya alasan medis harus tetap dikedepankan," kata Hardianto saat ditemui di ruang kerjanya di RSU Dr Soetomo Surabaya.

Hardianto mencontohkan, ada perempuan yang selaput daranya robek bukan karena aktivitas seksual. Misalnya terjatuh karena olah raga atau korban pemerkosaan. Nah, untuk memperbaiki kondisi psikologisnya, terutama yang hendak menikah, di antara upaya itu adalah hymenoplasty. 

***

Baca Juga: Balik Perawan, Cukup Bayar Rp 30 Juta



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Sumber

Terkini Lainnya


Close Ads X