TNI AD Berlatih Perang di Hutan Situbondo

Kompas.com - 03/12/2013, 21:57 WIB
Sejumlah pasukan TNI AD melakukan latihan perang di Hutan Baluran, untuk meningkatkan kemampuan dalam menjaga NKRI. Ahmad FaisolSejumlah pasukan TNI AD melakukan latihan perang di Hutan Baluran, untuk meningkatkan kemampuan dalam menjaga NKRI.
|
EditorFarid Assifa

SITUBONDO, KOMPAS.com
- Pesawat tempur milik TNI AD "membombardir" hutan Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (3/12/2013). Peristiwa tersebut terjadi dalam latihan taktis yang melibatkan 4.300 personel TNI AD di Pusat Latihan Tempur (PLP) Marinir di Karang Tekok, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.

Dalam latihan perang yang dipantau langsung Kepala Staf TNI AD (Kasad), Jenderal Budiman, para TNI AD Kodam V Brawijaya melibatkan personel Brigif 16 Wirayuda yang terdiri dari Batalyon 521 Kediri, Batalyon 527 Lumajang, dan Batalyon 511 Blitar.

Selain itu, Latihan Gabungan (Latgab) antarcabang ini juga melibatkan jajaran Badan Pelaksana Kodam, di antaranya Pengdam, Hubdam, Pembekalan Angkatan (Bek Ang), Seni Tempur (Sipur) dan Seni Bangunan Kodam (Sidam), Paldam, Rindam, dan Pom CPM). Dalam latihan tersebut, para prajurit tampak menguasai tugasnya dengan baik. Selama berlatih, para prajurit TNI mampu menghancurkan sasaran dengan sekali tembakan.

Sekitar 4.300 personel TNI melakukan penyerangan dengan sangat cepat. Dalam agresi itu, mereka mengerahkan sedikitnya 13 tank tempur serta beberapa heli untuk menggempur pasukan lawan.

Komandan Latihan, Brigjen TNI Asma’i mengatakan, latihan ini berdasarkan surat perintah Pangdam V Brawijaya Nomor 414/lll/2013 tertanggal 30 Maret 2013 tentang perintah menyelenggarakan latihan taktis Brigade Tim Pertempuran Brigif 16 Wirayuda. Sekaligus bertujuan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Latihan dimulai sejak 20 November dan berakhir tanggal 3 Desember 2013,” ujarnya dalam pemaparannya di hadapan Kasad TNI AD di Pusat Pantau Marinir Karang Tekok.

Kasad Jenderal TNI Budiman mengatakan, tujuan latihan taktis ini untuk melatih dan menyegarkan kemampuan keprajuritan pada tingkat brigade. Menurutnya, latihan perang ini melibatkan personel lima Markas Komando Daerah Militer (Makodam), yakni Kodam Satu Bukit Barisan, Kodam lll Siliwangi, Kodam lV Dipenogoro, Kodam V Brawijaya, Kodam Vll Wirabuana.

Seusai latihan perang, Kasad berpesan agar seluruh personel TNI terus semangat dalam belajar berperang agar menjadi tentara yang hebat. “Harus menjadi tentara yang hebat. Tetapi ingat, di balik kehebatan itu, kamu-kamu harus tetap menjaga sopan santun kepada rakyat,” tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update: 46 Orang Meninggal akibat Gempa Mamuju dan Majene

Update: 46 Orang Meninggal akibat Gempa Mamuju dan Majene

Regional
Ini Motif Pelaku Pembunuh Mahasiswa Telkom yang Jasadnya Ditemukan Terlilit Kasur dan Terbungkus Plastik di Karawang

Ini Motif Pelaku Pembunuh Mahasiswa Telkom yang Jasadnya Ditemukan Terlilit Kasur dan Terbungkus Plastik di Karawang

Regional
Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Regional
Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Regional
Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Regional
Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Regional
Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Regional
Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Regional
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X