Ledakan Sumur Migas di Muba, Polisi Gandeng Sejumlah Pihak

Kompas.com - 03/12/2013, 11:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Musi Banyuasin, Sumatera Selatan menyelidiki kasus ledakan sembilan sumur minyak dan gas yang dikelola tanpa izin oleh masyarakat setempat pada Jumat lalu.

"Kami telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dan memasang garis polisi agar tempat kejadian perkara (TKP) tetap aman dari gangguan pihak yang tidak berkepentingan," kata Kepala Polres Musi Banyuasin (Muba) AKBP Iskandar Sutisna saat dihubungi melalui sambungan telepon Selasa (3/12/2013).

Iskandar menjelaskan, ledakan dahsyat dari sembilan sumur minyak dan gas (migas) ilegal di lahan warga Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba, hingga kini masih menyemburkan kobaran api.

Meski tidak ada korban jiwa, namun lima warga setempat mengalami luka bakar yakni Gustam (24), Idham (60), Hermi (31), Suwiran (44), Setiadi (19), yang kesemuanya warga Desa Keban I.

Dari lima korban tersebut, empat orang di antaranya mengalami luka bakar berat sehingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum dr.Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Menurut Iskandar, terkait penyelidikan di TKP sumur migas ilegal itu, polisi bersama petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel, melakukan koordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi Pemkab Muba, serta perusahaan migas yang beroperasi di kabupaten tersebut seperti PT Pertamina, Medco, dan Conoco Philips.

Dalam proses penyelidikan ini pula, ada seorang yang diamankan sebagai tersangka terkait ledakan dan pengeboran sumur migas ilegal. Namun identitasnya masih dirahasiakan untuk pengembangan lebih lanjut.

Sementara, untuk mengatasi kobaran api yang hingga kini masih menyembur di Desa Keban I, petugas penaggulangan bahaya kebakaran Pemkab Muba, PT.Pertamina, Medco, dan Conoco Philips tengah terjun ke lokasi.
 



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X