Aktivis: 22.955 Nelayan Banyuwangi Terancam Limbah Tambang Emas

Kompas.com - 02/12/2013, 10:20 WIB
|
EditorKistyarini
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Puluhan ribu nelayan Banyuwangi, Jawa Timur, akan terancam nafkahnya jika laut Banyuwangi tercemar tambang emas Tambang Pitu. Hal itu dikatakan Rosdi Bahtiar Martadi, Humas Banyuwangi’s Forum For Environmental Learning (Baffel) di

Menurut Rosdi, ada sekitar 22.955 nelayan di Banyuwangi yang mengandalkan kekayaan laut sebagai mata pencaharian. "Jika asumsinya seorang nelayan memiliki seorang istri dan 2 orang anak, maka artinya tambang emas Tumpang Pitu merupakan ancaman bagi 91.820 warga Banyuwangi yang menggantungkan hidup pada laut. Angka tersebut bisa membengkak jika ratusan buruh industri perikanan juga dihitung," jelasnya, Senin (2/12/2013).

Selain itu BaFFEl juga memprotes insiden pencegatan aktivisnya oleh aparat keamanan saat konsultasi publik analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) tambang Tumpang Pitu pada 26 November yang lalu.

"Saat itu aktivis kami yang bernama Rully Fauzi Latif dicegat sekitar 10-15 aparat gabungan TNI dan Kepolisian Resort Banyuwangi serta satuan pengamanan perkebunan saat akan mengikuti konsultasi publik yang dilaksanakan di perkebunan Sungai Lembu. Alasannya adalah karena tidak punya undangan. Padahal seharusnya, konsultasi publik terbuka bagi masyarakat secara umum. Bukan tertutup, bahkan juga bagi wartawan," jelasnya.

Aksi protes protes tesebut mereka lakukan dengan menggelar spanduk sepanjang 10 meter di Pantai Cacalan Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro yang dikemas dalam diskusi lingkungan yang diikuti oleh puluhan aktivis BaFFEL. Spanduk itu bertuliskan 'Tambang Emas Membunuh Laut Banyuwangi".

"Aksi ini sebagai luapan kekecewaan kami atas represifitas TNI dan POLRI. Kami bukan manusia yang anti pembangunan, tetapi pembangunanan yang baik tidak seharusnya membunuh laut Banyuwangi", tegasnya.

Menurut Rosdi, harusnya Pemkab Banyuwangi lebih berpihak kepada potensi perikanan laut dari pada tambang emas yang tidak dapat diperbarui. Potensi perikanan laut tidak hanya berkelanjutan tetapi juga menobatkan Banyuwangi sebagai salah satu pelabuhan ikan terbesar di Indonesia. "Jika laut tercemar, maka identitas itu hanya tinggal sejarah," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan sudah mengeluarkan surat izin untuk alih fungsi hutan lindung di Gunung Tumpang menjadi hutan produksi seluas 1.900 hektare. Surat tersebut telah turun di November 2013.

Rencananya PT Bumi Suksesindo (BSI) akan memulai produksi penambangan emas pada tahun 2016. Diperkirakan Gunung Tumpang Pitu yang berada di Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi menghasilkan 2,7 ton emas per tahun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Regional
Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Regional
Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Regional
Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Regional
Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Regional
Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Regional
Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Regional
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pasien Positif Corona di Riau Bertambah Jadi 11 Orang

Pasien Positif Corona di Riau Bertambah Jadi 11 Orang

Regional
Kisah Haru Tiga Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Tenaga Medis Beli Masker

Kisah Haru Tiga Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Tenaga Medis Beli Masker

Regional
Bocah 5 Tahun Tiba-tiba Menghilang Saat Diajak Ibunya Isi Pulsa, Besoknya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Bocah 5 Tahun Tiba-tiba Menghilang Saat Diajak Ibunya Isi Pulsa, Besoknya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Regional
Gempa 6,1 M Guncang Maluku Utara, Warga di Sitaro, Sulut, Sempat Keluar Rumah

Gempa 6,1 M Guncang Maluku Utara, Warga di Sitaro, Sulut, Sempat Keluar Rumah

Regional
Cegah Corona, Pemkab Nias Selatan Tutup Akses Masuk Wilayah

Cegah Corona, Pemkab Nias Selatan Tutup Akses Masuk Wilayah

Regional
Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X