Kompas.com - 29/11/2013, 21:48 WIB
Romo Oktovianus Neno (duduk, kedua dari kiri), pastor pembantu Paroki Roh Kudus, Halilulik, Kabupaten Belu, NTT, dianiaya dua pemuda mabuk, Kamis (29/8/2013) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereRomo Oktovianus Neno (duduk, kedua dari kiri), pastor pembantu Paroki Roh Kudus, Halilulik, Kabupaten Belu, NTT, dianiaya dua pemuda mabuk, Kamis (29/8/2013)

ATAMBUA, KOMPAS.com
– Lebih dari 200 warga Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang tergabung dalam Forum Solidaritas Lintas Agama, melakukan aksi demo di kantor Pengadilan Negeri Kelas IIB Atambua lantaran menganggap vonis satu tahun penjara yang dijatuhkan terhadap Yohanes Fransiskus Junior Lopez alias Papi (27) - terdakwa pemukulan pastor- terlalu ringan.

Romo Gregorius Dudy yang memimpin langsung forum itu pun menggelar orasi di depan kantor pengadilan, dengan dikawal ketat aparat keamanan dari Polres Belu dan Kompi A Brimob Belu.

Terdapat tiga tuntutan forum yang dibacakan Romo Gregorius, yakni menyatakan banding atas putusan hakum karena putusan itu jauh dari keadilan; mendesak pihak Kejaksaan Negeri Atambua untuk tetap melakukan proses hukum ke tingkat yang lebih tinggi dan; meminta kepada tiga orang hakim yang memutuskan perkara ini agar segera angkat kaki dari Kabupaten Belu karena putusannya dianggap tidak prokeadilan.

Seusai membacakan tuntutannya, Romo Gregorius Dudy menyerahkannya kepada Soesilo SH MH selaku ketua Pengadilan Negeri Atambua dan disaksikan Kapolres Belu, AKBP Daneil Yudo Ruhoro. Romo Gregorius mengatakan, aksi yang dilakukan hari ini tidak ada muatan politis dan bukan masalah agama, tapi semata-mata karena masalah keadilan. Menurutnya, dalam mengambil keputusan, hakim tidak boleh mempertimbangkan aspek yuridis saja, tetapi juga harus juga memperhatikan aspek sosiologis dan filosofis masyarakat Kabupaten Belu.

"Kami yang tergabung dalam forum lintas agama meminta dengan tegas kepada tiga hakim yang memutus sidang perkara penganiayaan tersebut untuk segera tinggalkan Kabupaten Belu,” kata Romo Gregorius.

Ditemui secara terpisah, Ketua Pengadilan Negeri Klas II B Atambua, Soesilo, mengatakan pihaknya menyambut baik keinginan forum lintas agama dan akan segera menyikapinya dengan membawakan pernyataan sikap dan aspirasi ini ke Mahkamah Agung untuk ditindaklanjuti.

Diberitakan sebelumnya Romo Oktovianus Neno dianiaya dua pemuda mabuk di jembatan Beko, Lokfau, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kamis, sekitar pukul 01.30 Wita. Kepada Kompas.com, Oktovianus mengaku bahwa peristiwa itu terjadi saat dia dalam perjalanan pulang seusai menghadiri resepsi pernikahan kerabatnya di Nana Rae, Desa Naitimu, sekitar pukul 01.14. Tepat di jembatan Beko, Oktovianus dicegat oleh segerombolan pemuda yang sedang pesta miras.

"Saya pun berhenti dan menurunkan kaca mobil bermaksud menanyakan alasan saya dicegat," ungkap Oktovianus.

Oktovianus mengaku mengenali pemuda yang mendatanginya, yakni Papi Lopez. Tanpa bicara apa-apa, Papi langsung mematikan dan merampas kunci mobil. "Saya pun dipukuli oleh Papi sebanyak tiga kali di bagian kepala hingga mengalami memar dan pusing-pusing," sambung Oktovianus.

"Saya dimaki oleh Papi. Lalu mereka pukul kepala saya. Karena sedikit emosi, saya lalu balas pukul satu kali," tuturnya.

Ketika Papi memukuli Oktovianus, pemuda-pemuda yang ada di sekitar lokasi diam saja. Papi kemudian kabur, sementara Oktovianus kembali ke pastoran. Kabar pemukulan itu dengan cepat menyebar di antara warga. Mendengar tokoh agamanya dianiaya, ratusan warga mendatangi Gereja Roh Kudus Halilulik. Mereka mencari Papi. Pelaku, Yohanes Fransiskus Junior Lopez masih keponakan kandung dari Bupati Belu, Joachim Lopez.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.