Temuan Puluhan Mortir Dipastikan Sisa Konflik Ambon

Kompas.com - 29/11/2013, 11:52 WIB
Beberapa personel polisi dan TNI tampak menjaga lokasi penemuan empat peti berisi bom dan bahan peledak di kawasan Ahuru, Kecamatan Sirimau Ambon, Kamis (28/11/2013) Kompas.com/Rahmat Rahman PattyBeberapa personel polisi dan TNI tampak menjaga lokasi penemuan empat peti berisi bom dan bahan peledak di kawasan Ahuru, Kecamatan Sirimau Ambon, Kamis (28/11/2013)
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBON, KOMPAS.com - Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Bintang Juliana menegaskan, puluhan mortir dan bahan peledak yang ditemukan warga di kawasan Ahuru, Kecamatan Sirimau Ambon kemarin, merupakan sisa konflik Ambon beberapa tahun silam.

“Hal ini dapat dilihat dari peti mortir yang sudah rusak dan bahan-bahan peledak yang sudah karatan,” ungkap Bintang di ruang kerjanya, Jumat (29/11/2013).

Menurut Bintang, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, temuan bahan peledak ini tidak ada kaitannya dengan aktivitas terorisme. ”Tidak ada kaitan dengan terorisme. Kesimpulan sementara saya benda-benda ini sisa peninggalan konflik,” kata Bintang lagi.

Demi mengungkap kasus penemuan ini, Bintang mengaku polisi telah meminta keterangan dari sejumlah warga setempat, termasuk meminta keterangan dari operator alat berat yang pertama kali menemukan benda-benda berbahaya itu.

“Kita sudah memeriksa sejumlah warga dan juga operator alat berat yang menemukan mortir ini,” ujarnya.

Menurut Bintang, sebelumnya beberapa waktu lalu polisi juga menemukan bahan peledak di kawasan Gudang Arang Ambon setelah diperiksa secara intensif.

Dia pun meyakini jika benda-benda berbahaya tersebut masih banyak tersimpan di Kota Ambon. “Saya yakin masih banyak benda-benda peninggalan konflik yang masih tersimpan di Ambon,” katanya.

Puluhan mortir dan bahan peledak yang ditemukan saat ini telah diamankan tim penjinak bahan peledak gegana Polda Maluku di markasnya di kawasan Tantui Ambon untuk diperiksa lebih lanjut. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Regional
Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

Regional
Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Regional
Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Regional
'Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi'

"Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi"

Regional
UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Regional
Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X