Kompas.com - 27/11/2013, 16:32 WIB
Gedung Komisi Pemilihan Umum KOMPAS.com/DEYTRI ROBEKKA ARITONANGGedung Komisi Pemilihan Umum
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan, beban KPU Lampung akan lebih berat jika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lampung diselenggarakan bersamaan dengan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Namun, sulit pula jika pilkada tersebut diselenggarakan pada 2013. Yang paling mungkin adalah diselenggarakan pada 2014 sebelum pileg.

"Kesimpulannya, (pemungutan suara) 2014 dan harus selesai sebelum pileg," ujar Komisioner KPU Ida Budhiati di Hotel Novotel, Jakarta Utara, Rabu (27/11/2013).

Dia mengatakan, pihaknya telah mempertimbangkan berbagai faktor dan alasan hingga akhirnya memutuskan waktu penyelenggaraan pilkada itu. Ia pesimistis pemungutan suara dapat digelar sebelum akhir tahun 2013. Pasalnya, kata dia, Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan, tidak ada anggaran yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan pesta demokrasi di provinsi itu.

Ida mengatakan, sulit pula menuruti saran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyelenggrakan pemungutan suara serempak dengan Pileg, 9 April 2014. "Nah kalau itu (pemungutan suara) dilakukan pada 2014, memang bebannya sangat berat bagi penyelenggara pemilu," kata mantan anggota Komisioner KPU Jawa Tengah itu.

Sementara, dia mengatakan, jika pilkada terus ditunda hingga 2015, akan terjadi perdebatan soal partai politik (parpol) yang berhak mengusung pasangan calon kepala daerah. Ida menuturkan, pada 2015, DPRD Lampung tentu sudah diduduki oleh parpol baru.

"Parpol yang berhak mengajukan pasangan calon kan pemenang Pemilu 2009. Kalau sampai Pemilu 2014 berarti sudah ada konfigurasi (komposisi parpol pada DPRD Lampung) yang baru, dan tidak semua peserta Pemilu 2009 jadi peserta Pemilu 2014. Ada potensi keberatan juga," kata Ida.

Sebelumnya, Kemendagri mengusulkan agar Pilkada Lampung diselenggarakan pada 2014 berbarengan dengan pemungutan suara pileg.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Gubernur bilang, bisa cairkan dana baru 2014. Kan 2014 bertepatan dengan pileg dan pilpres (pemilihan presiden). Tinggal apakah KPU memberi toleransi agar diselenggerakan paralel dengan pileg, 9 April 2014," ujar Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Djohermansyah Djohan, Senin (18/11/2013) lalu.

Sebelumnya, KPU Lampung menjadwalkan pelaksanaan pilgub pada Oktober, kemudian diundur menjadi Desember. Jadwal tersebut untuk mengganti dua jadwal sebelumnya yang gagal dilaksanakan, yakni 2 Oktober dan 2 Desember 2013. Perubahan jadwal tersebut akan dilakukan pada rapat pleno terbuka di kantor KPU Lampung. Pada prinsipnya, jadwal yang telah ditetapkan 2 Desember. Namun, sampai saat ini, belum ada kucuran dana dari Pemerintah Lampung terkait pelaksanaan pilgub yang sudah dijadwalkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X