Kompas.com - 27/11/2013, 11:55 WIB
Sekira 180 dokter dan perawat berunjuk rasa di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Brebes, Jawa Tengah, Rabu (27/11/13). Kontributor Kompas TV/ Ari Himawan SaronoSekira 180 dokter dan perawat berunjuk rasa di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Brebes, Jawa Tengah, Rabu (27/11/13).
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com - Ribuan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah melakukan aksi simpatik turun ke jalan. Aksi dilakukan di jalan Pahlawan Semarang, Rabu (27/11/2013). Aksi diawali dari depan markas Polda Jawa Tengah menuju gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Para dokter tersebut berorasi dan membawa sejumlah poster, antara lain bertuliskan 'dokter mengabdi untuk rakyat', tolak kriminalisasi profesi dokter', 'gerakan satu hari tanpa dokter' dan 'dokter Indonesia utamakan keselamatan penderita'.

Pada aksi tersebut, para dokter juga menggelar kain putih sepanjang 40 meter yang kemudian ditandatangani para dokter peserta aksi. Selain itu, para dokter juga mengenakan pita hitam di lengan dan membawa bunga melati sebagai aksi simpatik.

Ketua IDI Jateng Djoko Widiarto menegaskan aksi tersebut tidak akan mengganggu pelayanan pasien. "Pelayanan masih tetap, masih ada dokter yang berjaga terutama di ICU dan pelayanan untuk warga miskin," ujarnya.

Aksi ini, jelas Djoko, merupakan aksi simpatik terhadap rekan sejawat yang ditahan yakni Dewa Ayu Sasiary Prawani dan Hendry Simanjuntak. Selain itu juga dokter Hendry Siagian yang kini menjadi buron pada kasus yang sama.

Ia menambahkan, pada aksi tersebut IDI Jateng menyatakan sikap diantaranya pihak dokter sudah memberikan pelayanan pada pasien berdasar pada upaya maksimal pengabdian profesi dan bukan berdasarkan hasil yang dicapai.

Ia mengatakan pernyataan sikapnya tersebut juga sudah disampaikan pada DPR. "Aksi solidaritas ini jalan terakhir yang ditempuh," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan tuntutan aksi ini dalam jangka waktu pendek yakni adanya pembenahan menyeluruh pada aturan tersebut. Kain berisi tanda tangan itu juga akan diserahkan pada DPRD ataupun DPR sebagai bentuk kesungguhan agar tidak ada lagi kriminalisasi profesi dokter.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.