Jelang 1 Desember, Situasi Papua Kondusif Meski...

Kompas.com - 26/11/2013, 09:19 WIB
Kota Timika di Papua. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOKota Timika di Papua.
|
EditorGlori K. Wadrianto
TIMIKA, KOMPAS.com – Sepekan menjelang perayaan HUT Kemerdekaan Papua Barat yang jatuh pada 1 Desember, situasi keamanan di Provinsi Papua dan Papua Barat tergolong masih kondusif. Meski ada sejumlah peristiwa dan isu yang terindikasi mengarah pada aksi kelompok separatis, namun oleh aparat TNI-Polri belum menghitungnya sebagai gangguan keamanan yang serius.

Salah satunya isu penyerangan kelompok sipil bersenjata terhadap anggota TNI yang mengerjakan jalan transPapua yang menghubungkan Kabupaten Nabire dengan Kabupaten Waropen di Wapoga, Minggu (24/11/2013) sore. 

Isu itu dibantah Kodam XVII Cenderawasih dan Polda Papua. Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Lismer Lumban Siantar yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan belum mendapat informasi terkait kejadian ini.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Papua, AKBP Sulistio Pudjo menduga isu tersebut sebagai penyesatan informasi. “Setelah saya kroscek ke Kapolres Nabire, bahwa pasukan TNI dari Zipur baru akan diberangkatkan ke lokasi Selasa besok (hari ini-red),” ungkap Sulistio melalui telepon selulernya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber Kompas.com di Nabire, ada isu keributan warga dengan aparat TNI di Kampung Legari Jaya, Distrik Makimi serta di Kampung Wapoga yang berbatasan dengan Kabupaten Waropen. Namun isu yang berkembang tersebut masih sulit dikonfirmasi karena terkendala komunikasi ke daerah tersebut.

Pembakaran Pos Kontainer
Selanjutnya, pembakaran pos kontainer pada Jumat (22/11/2013) lalu. Portacamp itu merupakan tempat peristirahatan karyawan di Tanggul Timur, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Peristiwa pembakaran terjadi pada Kamis (21/11/2013) malam, namun baru diketahui pada Jumat pagi.

Insiden pembakaran ini dibenarkan Komandan Kodim 1710 Mimika, Letkol Inf Dwi Lagan Safrudin. Namun ia mengaku tidak mengetahui dengan pasti kejadian tersebut, karena pada saat kejadian sedang mengikuti apel Dandim dan Dandrem di Jakarta.

Dwi Lagan menegaskan, insiden ini tidak berpengaruh terhadap situasi kantibmas secara umum di Kabupaten Mimika. “Tidak ada pengamanan khusus untuk 1 Desember mendatang. Paling kita hanya melakukan patroli rutin bersama Kepolisian. Namun jika ada permintaan bantuan keamanan dari Kepolisian, kami (TNI) selalu siap,” kata Dwi Lagan.

Kebakaran Kantor Bupati Mamberamo Raya
Sementara itu, Kepolisian belum dapat memastikan penyebab kebakaran Kantor Bupati lama Kabupaten Mamberamo Raya di Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah yang terjadi pada Jumat (22/11/2013) dini hari lalu.

Kabid Humas Polda Papua, AKBP Sulistio Pudjo, mengatakan tim labfor dari Polda Papua yang dipimpin Direskrim Umum Polda Papua sudah berada di Mamberamo sejak Sabtu (23/11), dan masih melakukan penyelidikan. Menurutnya butuh waktu untuk membuktikan penyebab kebakaran tersebut, karena harus dilakukan uji laboratorium forensik.

“Untuk menetapkan penyebab kebakaran kan harus melalui uji labfor,” ungkap Sulistio.

Akibat kejadian ini, sejumlah dokumen pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya hangus terbakar dan kerugian ditaksir hingga milyaran rupiah. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X