Upacara Bendera Bubar gara-gara Siswi Kesurupan

Kompas.com - 25/11/2013, 22:49 WIB
Ilustrasi: Kesurupan massal terus terjadi di SMA Negeri 1 Campalagian, Polewali Mandar. KOMPAS.com/ JunaedisIlustrasi: Kesurupan massal terus terjadi di SMA Negeri 1 Campalagian, Polewali Mandar.
EditorFarid Assifa

LAMPUNG, KOMPAS.com
- Upacara bendera yang digelar SMA Negeri 2 Liwa, Lampung Barat, Senin (25/11/2013), sontak bubar setelah puluhan siswi berteriak histeris diduga kesurupan.

Setidaknya, 35 siswi di sekolah tersebut diduga mengalami kerasukan. Menurut informasi yang dihimpun, upacara pengibaran bendera merah putih itu dimulai sekitar pukul 07.15 WIB.

Kepala SMAN 2 Liwa Haikan menuturkan, kali pertama kesurupan dialami oleh salah satu siswa. Tak berselang lama, puluhan siswa lainnya juga mengalami hal serupa.

"Kesurupan yang bermula dari 20 siswi kelas X, XI, dan XII tersebut terjadi saat upacara. Karena yang mengalami kesurupan sudah semakin banyak, terpaksa kami memulangkan siswa lainnya lebih awal agar tidak terus meluas," kata Haikan.

Setelah 35 siswi berteriak histeris, pihak sekolah juga langsung memanggil ahli rukyah untuk segera menetralisasi kondisi tersebut.

"Semua sudah sadarkan diri meski pihak sekolah sempat kebingungan. Itu karena jumlah siswi yang mengalami kesurupan terus bertambah, hingga akhirnya ahli rukyah bisa menetralisir semuanya," ungkap Haikan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X