Tambang Pasir Ancam Tebing Penahan Lahar Dingin

Kompas.com - 25/11/2013, 16:42 WIB
KaliWoro di Kemalang, Klaten, Senin (25/11/2013). KOMPAS.COM/ M WismabrataKaliWoro di Kemalang, Klaten, Senin (25/11/2013).
|
EditorFarid Assifa

KLATEN, KOMPAS.com - Aktivitas petambangan pasir di area Galian C di Kemalang, Klaten, Jawa Tengah mengancam keberadaan tebing sungai yang juga menjadi penahan lahar dingin bagi masyarakat desa di sekitar sungai. Bahkan, beberapa tebing di Kecamatan Kemalang sudah hampir rata dengan bibir sungai.

Tebing yang terbentuk secara alami menjadi penahan lahar dingin yang mengalir dari puncak Gunung Merapi. Menurut Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Joko Roekminto, seharusnya para penambang memiliki tahapan reklamasi yang mengikat sebagai bentuk pertanggungjawaban pelestarian alam.

Pemerintah Kabupaten Klaten sendiri seakan pasrah dengan kondisi tersebut. Ribuan truk pengangkut pasir dan alat berat seperti Backhoe masih saja terus beroperasi setiap harinya. Dari pengamatan Kompas.com, truk pengangkut pasir masih saja berlalu lalang mengangkut pasir di jalur sungai menuju jalan raya.

“Kita akan segera menangani masalah ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya. Termasuk meminta para penambang agar bertanggung jawab terhadap pelestarian alam," kata Joko Roekminto kepada wartawan (25/11/2013).

Sementara itu, meskipun bekerja di jalur lahar dingin, ratusan penambang pasir tidak begitu mempedulikan ancaman tersebut. “Kita lihat cuaca saja mas, kalau mendung di puncak, kita waspada. Biasanya suara lahar terdengar dari bawah," kata Warsono, salah satu penambang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X