Ribuan Penari Terlibat dalam Pagelaran Kolosal "Tari Gandrung"

Kompas.com - 24/11/2013, 00:49 WIB
2.106 penari paju Gandrung menari bersama-sama di Pantai Boom Banyuwangi Sabtu (23/11/2013) KOMPAS.com / IRA RACHMAWATI2.106 penari paju Gandrung menari bersama-sama di Pantai Boom Banyuwangi Sabtu (23/11/2013)
|
EditorErvan Hardoko

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Belasan laki-laki yang mengenakan pakaian khas Banyuwangi berlari ke tengah lapangan sambil membawa kiling atau kincir angin. Kiling ini terbuat dari bambu yang panjangnya mencapai 10 meter dan biasa ditaruh di sawah untuk menakuti burung.

Sementara itu seorang laki-laki paruh baya terlihat sedang membakar kemenyan. Bau khas kemenyan mengawali fragmen "Tari Gandrung Kolosal" yang digelar di Pantai Boom, Banyuwangi Sabtu (23/11/2013).

Setelah kiling terpasang, suasana magis semakin terasa. Beberapa penari Seblang memasuki lapangan diiringi lagu Banyuwangi "Podo Nonton". Seblang adalah cikal bakal penari Gandrung.

Selanjutnya, muncul penari Gandrung pertama yang adalah seorang laki-laki bernama Marsan. Lambat laut Gandrung berkembang dan lebih banyak dibawakan penari perempuan. 

Perkembangan Gandrung ini juga ditampilkan dalam fragmen tersebut. Digambarkan seorang Penari Gandrung perempuan pertama menggunakan selendang putih diusung menggunakan sebuah tandu.

Penari Gandrung perempuan pertama itu adalah Gandrung Semi. Fragmen kemudian berlanjut dengan penampilan beberapa penari Gandrung membawakan tarian Jejer Gandrung

Setelah fragmen tersebut selesai, ribuan penari Gandrung diiringi pengiring atau yang biasa disebut "paju" masuk ke dalam lapangan. Usia mereka beragam mulai usia sembilan tahun hinggai 71 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka kemudian menari Gandrung bersama-sama diiringi dengan gamelan Kembang Waru dan Embat-embat. "Ada 2.106 penari yang terlibat baik penari Gandrung atau pengiring yang disebut "paju". Dan ada 161 kru termasuk puluhan penabuh gamelan (wiyogo) dan pesinden," papar Budianto, ketua panitia pagelaran ini kepada Kompas.com Sabtu (23/11/2013).

Budianto menambahkan, tari kolosal "Gandrung Sewu" menjadi sebuah perhelatan khusus karena melibatkan interaksi dengan masyarakat.

Interaksi itu terjadi ketika para penonton pria kemudian diajak menari dan berperan sebagai para paju. "Paju Gandrung biasanya dihadirkan saat masyarakat Using, suku asli Banyuwangi menggelar hajatan," jelasnya.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X