Kompas.com - 23/11/2013, 12:47 WIB
Hasnah (40), warga kecamatan Pasangkayu, Mamuju Utara, Sulawesi Barat, lolos dari terkaman buaya setelah sekuat tenaga berjuang melepaskan diri dengan cara berpegang pada sebatang kayu sebelum mendapat pertolongan suaminya sendiri, Sabtu (23/11/2013) subuh. KOMPAS.com/ JunaediHasnah (40), warga kecamatan Pasangkayu, Mamuju Utara, Sulawesi Barat, lolos dari terkaman buaya setelah sekuat tenaga berjuang melepaskan diri dengan cara berpegang pada sebatang kayu sebelum mendapat pertolongan suaminya sendiri, Sabtu (23/11/2013) subuh.
|
EditorCaroline Damanik

MAMUJU UTARA, KOMPAS.com
 — Seekor buaya ganas mengamuk dan menerkam seorang warga Mamuju Utara, Sulawesi Barat, Sabtu (23/11/2013) subuh. Korban yang berusaha memegang pohon ditarik sang buaya ke dalam sungai hingga salah satu paha korban nyaris patah. Beruntung, Hasnah (40) yang berteriak histeris mendapat pertolongan suaminya sehingga bisa bebas dari maut.

Sang suami menghajar buaya dengan balok sehingga gigitan buaya bisa terlepas. Ratusan warga yang sempat heboh langsung turun tangan memburu sang buaya. Sejumlah polisi bersenjata ikut mencari dan berburu. Namun, buaya yang bersembunyi di semak-semak itu tak ditemukan warga.

Warga Dusun Salunggadue, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Mamuju Utara, ini diterkam buaya ganas persis di sebuah sungai belakang rumahnya. Kejadian bermula pada Sabtu subuh. Hasnah berniat buang air besar di sungai belakang rumahnya. Namun saat tengah duduk jongkok, tiba–tiba seekor buaya yang diperkirakan korban mencapai panjang dua meter menerkam paha dan perutnya.

Hasnah berusaha melepaskan diri sebisanya dari terkaman sang buaya ganas ini sambil berteriak histeris minta tolong kepada warga sekitar. Dengan susah payah, Hasnah berpegang pada sebatang pohon sehingga tubuhnya tak ditarik buaya ke dalam sungai.

Beddu, suami korban, segera turun tangan menyelamatkan istrinya yang tengah berjuang dari terkaman buaya. Beddu baru bisa menyelamatkan istrinya setelah memukuli buaya dengan balok hingga buaya melarikan diri ke dalam sungai dan semak-semak di sekitar lokasi. Akibat terkaman buaya tersebut, paha kanan Hasnah nyaris putus. Sementara itu, kaki dan sekujur tubuhnya penuh luka cakar hingga robek saat berusaha melepaskan diri. Hasna langsung dilarikan oleh keluarga ke rumah sakit umum daerah untuk mendapatkan pertolongan.

Peristiwa ini sempat menghebohkan warga saat subuh. Dalam waktu singkat, ratusan warga berdatangan dan melakukan pencarian jejak buaya. Sejumlah polisi bersenjata bahkan ikut mencari buaya di sungai dan sejumlah lokasi semak-semak di sekitar tempat kejadian.

Sayangnya, warga dan petugas tak menemukan jejak buaya ganas tersebut. Sejumlah polisi bahkan sempat beberapa kali menembak ke arah semak-semak yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian buaya. Namun, hingga pagi, sang buaya tak juga ditemukan warga dan petugas. 

"Paha kanannya nyaris putus. Saya berusaha sebisanya melepaskan dari terkaman buaya dengan cara memukul dengan kayu," ujar Beddu saat mendampingi istrinya di rumah sakit.

Sebelumnya, buaya ganas di sekitar lokasi ini juga pernah mengamuk dan menerkam warga. Meski sempat selamat, warga tersebut terluka parah. Diduga, sang buaya ganas di sekitar permukiman ini sedang kehabisan makanan sehingga nekat memangsa warga.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.