Garuda Indonesia Terbang Perdana ke Manokwari

Kompas.com - 21/11/2013, 21:51 WIB
Pesawat Garuda Indonesia B737-800 NG KOMPAS/AGUS SUSANTOPesawat Garuda Indonesia B737-800 NG
|
EditorFarid Assifa

MANOKWARI, KOMPAS.com
- Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia melakukan penerbangan perdana dari Makassar ke Manokwari, Kamis (21/11/2013). Pendaratan perdana di Bandar Udara Rendani, Manokwari, disambut dengan prosesi adat warga setempat.

Penerbangan dari Bandara Internasional Hasanudin Makassar pukul 03.00 WITA dan tiba di Bandara DEO Sorong pukul 06.15 WIT, kemudian penerbangan baru dilanjutkan ke Bandara Rendani pukul 07.45 WIT dan tiba di Manokwari pukul 08.30 WIT, disambut oleh Gubernur Papua Barat, Abraham O Atururi.

Penyambutan penerbangan tersebut diawali dengan prosesi adat injak piring dan pengalungan bunga serta tarian dari grup Iriantos kepada Price Presiden PT Garuda Indonesia Tbk, Rosalina Manam, bersama instruktur pilot Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia, dalam rute penerbangannya di Manokwari, menggunakan pesawat bombardir CRJ 1000 berkapasitas 96 penumpang, 12 penumpang kelas eksekutif dan 84 kelas ekonomi.

Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Garuda Indonesia, Erik Meijer mengatakan, rute-rute penerbangan perdana Garuda Indonesia di Provinsi Papua Barat merupakan bagian dari ekspansi jaringan penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia bagian Timur.

“Layanan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan dan pebisnis menuju Sorong dan Manokwari, sehingga perekonomian dapat tumbuh dengan cepat di tiga kota yang dihubungkan itu,” kata Erik.

Menurutnya, selain memperkuat jaringan penerbangan domestik, khususnya di wilayah timur, pengoperasian rute baru tersebut juga sejalan dengan upaya Garuda Indonesia untuk mendukung program master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI). Pembukaan rute baru, Makassar, Sorong, Manowkari, Jayapura, diharapkan dapat mempermudah pengguna jasa, untuk melakukan penerbangan ke tiga kota tersebut.

Selain itu kata Erik, penerbangan ini akan melengkapai pilihan bagi warga Papua untuk melaksanakan penerbangan antarkota di Papua.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Abraham O ATururi mengatakan, penerbangan perdana Garuda Indonesia di Provinsi Papua Barat adalah sejarah bagi masyarakat dan pemerintah setempat. Dirinya mengaku, selama ini belum pernah mengikuti pesawat Garuda Indonesia dari Provinsi Papua Barat.

“Satu ungkapan bahwa saya Gubernur yang belum pernah naik pesawat Garuda dari provinsi saya sendiri. Untuk itu, saya patut mengucap syukur kepada Tuhan. Saya harap penerbangan ini ke depan dapat berjalan dengan baik untuk membangun Papua Barat yang lebih baik di dalam NKRI,” kata Gubernur.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X