Kompas.com - 21/11/2013, 21:15 WIB
|
EditorKistyarini

SAMARINDA, KOMPAS.com – Diduga mencemari air di sekitar lokasi wisata Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS), operasi dua perusahaan tambang dihentikan sementara. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kota Samarinda, Heri Suriansyah.

Heri menjelaskan, terhitung sejak Oktober lalu, Distamben bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Samarinda sudah terlebih dahulu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap aktivitas Perusahaan tambang yang beropesrasi di sekitar lokasi KRUS. Hasilnya dua perusahaan, masing-masing KSU PUMA dan PT CEM, adalah penyebab tercemarnya air di lokasi tersebut.

“Karena dinilai merusak, ya mau tidak mau aktivitas tambangnya dihentikan sementara. Khusus KSU Puma sudah lebih dahulu kita hentikan kegiatannya pada bulan Oktober lalu sedangkan PT CEM sendiri sejak 6 November kemarin,” katanya, Kamis (21/11/2013).

Dijelaskan Heri, jauh-jauh hari Distamben sudah memberi peringatan kepada kedua perusahaan tersebut untuk segera melakukan perbaikan sistem saluran drainase. Kedua perusahaan tersebut harusnya memperkuat perencanaan tambang secara komprehensif dengan memperkuat tanggul dan juga membuat tailing pond.

Sayangnya, lanjutnya, yang terjadi malah sebaliknya. Kedua perusahaan tersebut tetap bandel dan kini kolam-kolam ikan yang berada di KRUS mengalami pendangkalan atau sedimentasi lantaran tercemar limbah dari kedua perusahaan tersebut.

“Distamben harus konsisten menangani kasus ini, kami akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan yang mengancam lingkungan disekitarnya. Jika nakal dan tidak nurut, siap-siap dapat sanksi dihentikan beraktivitas,” tegasnya.

Disinggung masalah waktu penghentian aktivitas, Heri mengatakan jika tidak ada deadline pemberhentian. Maksudnya apabila perusahaan sudah melakukan langkah seperti yang diarahkan oleh pihaknya, maka KSU Puma dan PT CEM diwajibkan untuk melapor ke Distamben dan BLH, agar tim bisa langsung mengecek kebenarannya di lapangan.

Selanjutnya, Distamben menyerahkan langkah-langkah pengawasan perbaikan lingkungan kedua perusahaan itu pada BLH Kota Samarinda.

“Selama ini KRUS dijadikan sebagai hutan riset. Jadi jangan sampai ada yang mencemarinya. Jika ada perusahaan-perusahaan yang sekiranya mengancam, maka akan bernasib sama dengan dua perusahaan tadi,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.