Kompas.com - 21/11/2013, 13:29 WIB
Seorang pedagang diamankan petugas karena dianggap provokator, di Kota Bengkulu KOMPAS.com/FirmansyahSeorang pedagang diamankan petugas karena dianggap provokator, di Kota Bengkulu
|
EditorGlori K. Wadrianto
BENGKULU, KOMPAS.com - Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan pasar subuh Jalan Kedondong, Pasar Panorama, Kota Bengkulu, Kamis (21/11/2013) berlangsung ricuh. Seorang pedagang telur, Mince Nainggolan ditangkap karena menolak ditertibkan dan melawan petugas.

Penertiban terkait upaya mendapatkan penghargaan Adipura dari Wali Kota Bengkulu yang terjadi seminggu terakhir tersebut mendapat penolakan keras dari pedagang yang biasa mengais rezeki di sepanjang Jalan Kedondong. 

"Kita menolak pindah karena di dalam sepi pembeli, kalau semua pindah ke dalam kita siap," kata Nila salah seorang pedagang ayam potong, yang tidak terima meja jualannya diangkut petugas.

Menurut Nila, tidak semua pedagang yang berjualan di Jalan Kedondong memiliki lapak di dalam pasar. Sebagian dari mereka adalah pedagang pasar subuh, yang hanya berjualan hingga pukul 08.00 pagi.

Kepala Kantor Satpol PP Jahin mengatakan, penertiban karena pedagang berjualan di badan jalan dan trotoar menganggu ketertiban.

"Kita hanya menertiban perda, karena aktivitas pedagang telah menggangu pengguna jalan," kata Jahin.

Ditambahkan Jahin, di sepanjang jalan tersebut penuh dengan pedagang. Selain membuat macet jalan, hal tersebut juga membuat lokasi tersebut kotor.

Pemkot pun telah jauh-jauh hari melakukan pemberitahuan tapi tidak ditanggapi. Sehingga petugas terpaksa melakukan penertiban secara paksa, dan mengamankan salah seorang pedagang yang melawan petugas.

Wali Kota Belajar dari Jokowi
Sementara itu, beberapa pedagang menyebut, Wali Kota Bengkulu sebaiknya belajar dari cara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam melakukan penertiban pedagang dengan cara menjauhi tindakan kekerasan.

"Saat ini setidaknya tiga pedagang sudah dipenjara karena menolak ditertibkan sementara kami hampir setiap hari di gusur dan dipukuli," kata Nila. "Jokowi itu tertibkan pedagang Tanah Abang puluhan ribu jumlahnya tapi berlangsung tertib, ini pedagang jumlah berapa ratus aja pakai pukul-pukul," kata Nila.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X