Digalang, Petisi AntiPemadaman Listrik

Kompas.com - 20/11/2013, 13:43 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com -Intensitas pemadaman listrik PLN di Lampung terbilang tinggi. Terkait kondisi itu, warga menggalang petisi dari 1.000 masyarakat antipemadaman listrik.

Menurut Direktur Pusat Studi Strategi dan Kebijakan (Pussbik) Lampung Aryanto, Rabu (20/11/2013) pemadaman hampir terjadi setiap hari secara bergilir di Lampung, terutama di perdesaan.

"Berbagai macam alasan disampaikan oleh manajemen PLN di Lampung, padahal dahulu ketika rencana dan proses pembangunan pembangkit listrik di tarahan, PLN menyatakan bahwa jika pembangkit listrik ini selesai dibangun, maka tidak akan ada lagi pemadaman listrik di Lampung, ternyata semua bohong belaka," kata Aryanto.

"Pemadaman masih terjadi baik dalam suasana hujan maupun ketika beban puncak terjadi, interkoneksi listrik lampung masih tetap dari sumatra selatan walaupun sudah ada pembangkit listrik di tarahan. Dan pada kendala ini PLN cukup dengan meminta maaf saja kepada warga masyarakat," kata Aryanti.

Pussbik dan MP3 (Masyarakat Peduli Pelayanan Publik) Lampung menilai hal ini tidak adil, pemadaman listrik tetap menjadi tanggungjawab PLN apapun kondisinya dan jangan menyusahkan masyarakat.

Pemadaman itu tidak seimbang dengan pembayaran yang telah dilakukan masyarakat. "Masyarakat yang bahkan telat membayar saja tetap ada sanksi denda, maka kondisi serupa harus juga diterapkan kepada PLN sebagai penyedia pelayanan," ujar Aryanto.

Berkaitan dengan tuntutan keadilan tersebut, Pussbik bersama dengan MP3 Lampung didukung oleh Yappika Jakarta dan USAID mendorong dan mengorganisasi masyarakat dalam melakukan gerakan dukungan petisi rakyat antipemadaman listrik PLN. Jika masih ada pemadaman, maka tuntutan harus ada kompensasi dari PLN kepada pelanggan.

"Jika terjadi pemadaman listrik oleh PLN tanpa pemberitahuan lebih dari lima jam atau lima kali pemadaman dalam satu bulan atau pemadaman dengan pemberitahuan lebih dari 10 kali atau 10 jam dalam satu bulan maka PLN wajib memberikan kompensasi kerugian kepada pelanggan listrik sebesar satu persen dari total tagihan listrik bulanan dalam bentuk potongan pembayaran sebagai kompensasi pengganti kerugian pelanggan warga di Lampung," katanya lagi.

Penggalangan 1.000 petisi rakyat ini akan dilaksanakan pada bulan November–Desember 2013, kolekting pengaduan akan di lakukan menggunakan jejaring aktivis rakyat yang ada di Kabupaten Waykanan, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Timur, Lampung Selatan, Tulangbawang dan Bandarlampung.

Gerakan kolekting pengaduan juga akan dilakukan pada hari minggu tanggal 24 November 2013 pukul 06.00–09.00 di pelataran GOR. Stadion PKOR Way Halim. Dalam acara ini akan dilibatkan maskot lebah madu simbol gerakan perduli pelayanan publik, booth pengaduan, dan kelompok relawan peduli pelayanan publik, bentuk petisi adalah form petisi yang akan disiapkan oleh relawan.

1.000 petisi dukungan rakyat Lampung tersebut akan diserahkan kepada manajemen PLN di Lampung, sebagai tuntutan pelayanan kelistrikan yang lebih baik lagi di Lampung tanpa ada pemadaman terjadi lagi. "Jika pun terjadi pemadaman tidak berlangsung lebih dari satu jam dengan intensitas pemadaman sangat jarang terjadi dalam satu bulan," kata Aryanto. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Regional
Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Regional
Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Regional
Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Regional
Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Regional
Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Regional
Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Regional
Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

Regional
Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Regional
Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X