Kompas.com - 20/11/2013, 09:17 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Tujuh tahun bukan waktu yang pendek. Selama itu pula, selembar kain kasa (perban) mendekam di perut warga Masingai RT 8 RW 2 Kupau, Tabalong, Husnaen (70).

Diduga, kain itu tertinggal saat lelaki itu menjalani operasi prostat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pembalah Batung, Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU), pada 2006. Namun, pasca-operasi kondisi kesehatan Husnaen bukannya membaik malah terus memburuk.

"Setelah operasi itu, bapak saya tidak pernah sehat, malah bertambah sakit. Kami bingung," kata seorang anak Husnaen, Agus Triono (36), di Banjarmasin, Selasa (19/11/2013) kemarin.

Diungkapkan Agus, empat bulan setelah menjalani operasi itu, terjadi pembengkakan di perut ayahnya. Tak hanya itu, kemudian muncul bisul bernanah yang tak kunjung hilang. Tragisnya, kondisi tersebut hanya diobati ke puskemas terdekat disertai pengobatan tradisional.

Husnaen tidak dibawa ke rumah sakit atau dokter untuk mengetahui secara detail penyebab penyakit tersebut. Hal itu terpaksa dilakukan karena keterbatasan ekonomi keluarga. "Yang namanya orang kampung, ya pengobatan semampunya saja," ujar Agus.

Dari hari ke hari, bahkan tahun ke tahun, kondisi tersebut terjadi. Husnaen harus hidup dalam kondisi terus menahan rasa sakit. Barulah setelah penyakitnya kian parah, keluarga memutuskan membawa dia ke salah satu rumah sakit di Tabalong.

Namun, karena peralatan medisnya terbatas, dia dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin. Pada akhir Oktober 2013, Husnaen menjalani pemeriksaan di rumah sakit terbesar di Kalselteng itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasar hasil rontgen, terdapat perban di dalam perut bagian kanan bawah yang dioperasi. Operasi pengambilan kain kasa langsung dilakukan. "Kainnya sudah membusuk," ucap Agus.

Dia pun mengatakan, sebelum menjalani operasi kedua, kondisi kesehatan Husnaen benar-benar parah. Tubuhnya panas diduga karena terinfeksi oleh bisul, terlebih ketika bisul itu pecah dan mengeluarkan banyak nanah bercampur darah.

Dia pun tidak bisa lagi buang air kecil secara normal, harus dilakukan melalui selang kecil. Kini, kondisi Husnaen sudah mulai membaik. Luka bekas operasi juga sudah agak kering. "Kainnya saya simpan sebagai bukti telah dilakukan dokter di RSUD Pembalah Batung," ucap Agus.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakkan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakkan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.