Kompas.com - 19/11/2013, 22:39 WIB
Ilustrasi sayuran ShutterstockIlustrasi sayuran
|
EditorFarid Assifa

BENGKULU, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu menyatakan, saat ini sayuran dan buah-buahan, sekalipun berasal dari petani bukan lagi makanan sehat, karena sebagian besar telah terkontaminasi racun yang berasal dari pestisida. Untuk itu, masyarakat perlu waspada dalam mengonsumsinya.

"Maka, masyarakat perlu waspada, karena makanan sehat pun tidak sehat lagi karena mengandung racun," kata Kepala BPOM Provinsi Bengkulu, Zulkifli seusai membuka acara Pemberdayaan Masyarakat Peduli Keamanan Pangan, Selasa (19/11/2013).

Menurutnya, kondisi ini mendorong semua pihak, terutama masyarakat untuk peka terhadap makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Tapi kenyataanya, terutama mereka dari kelas bawah, masih kurang memperhatikan zat-zat berbahaya yang terkadung dalam makanan.

Ia melanjutkan, sosialisasi terkait zat-zat beracun dalam sayuran dan buah-buahan perlu digalakan secara maksimal. Bukan hanya masyarakat, petani pun diharapkan untuk peduli terhadap kesehatan makanan yang mereka hasilkan.

"Kita butuh melakukan sosialisasi agar masyarakat kita peka terhadap makanan yang mengandung racun yang dapat membuat tubuh kita menjadi sakit," kata Zulkifli.

Zulkifli mengatakan, acara pemberdayaan kali ini terlaksana atas kerja sama pihak BPOM dengan anggota DPR RI Dian Syakhroza yang tujuannya melakukan sosialisasi ke sejumlah masyarakat kalangan bawah, mengingat selama ini mereka dinilai kurang memperhatikan kesehatan makanan.

Anggota Komisi IX Dian Syakhroza mengakui, acara ini sebagai bentuk komitmennya untuk menciptakan masyarakat Bengkulu yang sadar kesehatan. Sebab, selama ini Bengkulu juga dikenal sebagai provinsi yang rawan penyakit.

"Kita kan tahu, provinsi kita selama ini masuk ke provinsi yang rawan penyakit dan itu harus kita atasi. Salah satu caranya dengan menjadikan masyarakat kita sadar dengan kesehatan makanannya," kata Dian yang juga berprofesi sebagai dokter.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B Najmudin mengakui, seharusnya acara sosialisasi kesehatan makanan seperti ini harus bisa menjadi agenda Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan bukan hanya seremonial saja. Acara tersebut sangat penting demi terciptanya masyarakat bengkulu yang sehat.

"Kita mau masyarakat kita menjadi sehat, tapi upaya kita masih sangat kurang dan sosialisasi ini merupakan salah satu untuk menciptakan hal tersebut," jelas Sultan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X