Enam Polisi Terluka Akibat Bentrok dengan TNI di Karawang - Kompas.com

Enam Polisi Terluka Akibat Bentrok dengan TNI di Karawang

Kompas.com - 19/11/2013, 20:36 WIB
Shutterstock Ilustrasi

BANDUNG, KOMPAS.com — Sedikitnya, 5 hingga 6 anggota Brimob Detasemen B Cikole mengalami luka setelah bentrok dengan anggota Yonif 305 Kostrad di Mega Mall, Karawang, Jawa Barat, Selasa (19/11/2013) pukul 10.30 WIB pagi tadi.

"Tadi kita sudah coba cek ke lokasi. Yang terluka akibat bentrok itu, dari pihak polisi ada 5 sampai 6 orang," kata Kapendam Kodam III Siliwangi Kolonel Inf Muhammad Affandi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/11/2013).

Menurut Affandi, korban luka dilarikan ke rumah sakit untuk ditangani medis. "Ya, sempat dibawa ke rumah sakit, tapi enggak lama, hanya sebentar. Cuma memar-memar aja, kok," kata Affandi.

Apakah dari pihak TNI juga ada yang terluka? Affandi menjawab tidak ada. "Dari TNI, tidak ada satu pun yang terluka," ucapnya.

Affandi menjelaskan, jumlah oknum anggota TNI yang terlibat bentrok sebanyak 16 orang. "Proses penyelidikan sekarang ini masih berlangsung dan masih didata," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Satuan Brimob Detasemen B Cikole dan anggota Yonif 305 Kostrad Karawang bentrok di depan Mega Mall Karawang, Jawa Barat, Selasa. Affandi menjelaskan, bentrokan terjadi karena masalah sepele.

"Ya, masalah sepele, karena saling tatap muka aja antara TNI dan Polri, kemudian saling tersinggung," katanya.

Akibat peristiwa itu, sebuah mobil satuan pengendali massa (dalmas), yang saat itu digunakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa, dirusak oleh oknum anggota TNI. Oknum tentara itu dikabarkan juga merusak pos polisi yang berada tak jauh dari lokasi bentrokan.


Setelah peristiwa itu, pimpinan Yonif 305 Kostrad turun tangan menerjunkan sejumlah personel untuk membantu polisi mengamankan lokasi. Para anggota TNI tersebut juga diterjunkan untuk mengamankan kantor Bupati Karawang.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional

Close Ads X