Takuti Korbannya Tak Perawan, Pria Ini Lecehkan Tiga Wanita

Kompas.com - 19/11/2013, 15:58 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com
- Berkedok sebagai dukun yang mampu menyembuhkan gangguan makhluk gaib, seorang pria berinisial AL alias CI (45) membohongi para korbannya hingga mereka rela diajak bercinta. Namun, aksi tipu-tipu AL demi merengkuh kenikmatan seksual itu harus berakhir di Markas Polrestabes Bandung setelah seorang gadis berusia 17 tahun yang mengaku telah dilecehkan oleh tersangka, melapor ke pihak kepolisian belum lama ini.

Dari hasil pengembangan kepolisian, sebelum dibekuk, AL yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijit dan pegawai konveksi ini ternyata sempat berbuat asusila pada dua orang wanita, yaitu LJ (22) dan VA (22) dengan modus yang sama.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak AKP Suryaningsih di Markas Polrestabes Bandung, Selasa (19/11/2013), menjelaskan, sebelum melecehkan korbannya di tempat praktik yang juga kediaman tersangka di Jalan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, tersangka terlebih dahulu menakut-nakuti para pasiennya dengan mengatakan ada makhluk asing berbentuk batu hitam yang bersemayam di dalam tubuh korbannya dan membuat korbannya menjadi tidak perawan.

"Tersangka menawari korban agar kembali perawan. Tapi syaratnya korban harus mau disetubuhi oleh tersangka," ujarnya.

Apabila menolak, kata Trunoyudo menambahkan, maka makhluk halus tersebut tidak akan pergi dari tubuh korban dan tidak akan ada pria yang bersedia menikahi wanita-wanita tersebut.

"Tersangka menyuruh korbannya untuk tidur, kemudian disetubuhi. Setelah itu, korban disuruh mandi mengunakan air doa yang telah disiapkan. Tersangka ini mengaku sudah 4 kali berhubungan dengan para korbannya," jelas Trunoyudo.

Hal mengejutkan diucapkan oleh tersangka saat ditemui di tempat yang sama, dengan modus serupa, wanita yang saat ini menjadi istri AL adalah salah satu korbannya terdahulu. "Saya menikah sama istri yang baru ini baru setahun. Sama kayak gitu, tapi dia minta tanggung jawab dan akhirnya saya nikahi," akunya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, AL mengakui praktik bejat yang dilakukannya itu sudah berjalan selama 8 bulan ke belakang. Sekali berobat, kata AL, para pasiennya ditarik bayaran seberar Rp 25.000 sampai Rp 30.000. "Saya khilaf," singkatnya.

Sementara itu, dari tangan tersangka, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa satu buah celana panjang warna pink, kaos panjang bercorak warna-warni, kaos pendek motif bunga, satu buah jaket rajut warna orange dan satu buah celana jins panjang warna biru.

Akibat perbuatannya tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara lantaran dianggap telah melanggar Pasal 81 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
5 Warna Cat Ini Bisa Bikin Kamar Tidur Lebih Nyaman, Apa Saja?
5 Warna Cat Ini Bisa Bikin...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.