Kompas.com - 18/11/2013, 16:33 WIB
Ilustrasi korupsi ShutterstockIlustrasi korupsi
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah sudah mulai memproses kasus dugaan korupsi dengan tersangka Bupati Karanganyar Jawa Tengah, Rina Iriani Sri Ratnaningsih. Setidaknya akan ada sekitar 30 hingga 40 saksi yang akan diperiksa terkait kasus ini.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Babul Khoir Harahap mengatakan saat ini masih dilakukan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi. "Semua kan ada prosesnya, dulu saksi waktu penyelidikan, sekarang naik penyidikan ya diperiksa lagi,"ujarnya saat ditemui Senin (18/11/2013).

Setelah itu ungkapnya baru dilakukan pengumpulan barang bukti, aset dan penggeledahan serta penahanan. "Sabar, tunggu dulu semua ada prosesnya. Dalam waktu dekat ini ya pemeriksaan saksi-saksi dulu. Tidak bisa langsung penahanan," ujarnya.

Ia mengatakan semua pihak yang terkait akan dilakukan pemeriksaan, termasuk saksi-saksi yang kini sudah menjadi terpidana pada kasus yang sama.

Terkait dengan adanya anggapan bahwa penetapan tersangka Rina merupakan pesanan dan rekayasa politik, Babul Khoir menegaskan hal itu murni penegakan hukum. "Tidak ada rekayasa politik, pesanan-pesanan atau kepentingan, ini murni penegakan hukum. Saya juga tidak kenal dengan tersangka," tandasnya.

Sebelumnya, Kejati Jateng menetapkan Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Rina Iriani Sri Ratnaningsih sebagai tersangka. Rina diduga terlibat dalam perkara penyalahgunaan bantuan subsidi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dari Kementerian Perumahan Rakyat pada Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera Karanganyar tahun 2007-2008.

Aliran dana dari Kemenpera untuk subsidi yakni sebesar Rp35 miliar selama 2007-2008. Penggunaan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu mencapai Rp 18,4 miliar. Dari jumlah tersebut terdapat senilai Rp 11,1 miliar yang diduga dinikmati oleh tersangka.

Pada kasus ini sebelumnya sudah dipidanakan dua mantan Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera, Fransiska Riyana Sari dan Handoko Mulyono. Selain itu juga mantan suami Bupati Karanganyar Rina Iriani, Tony Iwan Haryono yang pernah menjabat Ketua Dewan Pengawas KSU Sejahtera dan menjadi terpidana kasus ini.

Pada 2007, KSU Sejahtera diketuai oleh Fransiska Riyana Sari dan pada 2008 oleh Handoko Mulyono. Fransiska sudah menerima pidana dua tahun penjara, Handoko dipidana empat tahun penjara sedang Tony divonis lima tahun 10 bulan penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X