Kompas.com - 17/11/2013, 15:55 WIB
Bekas rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (19/10/2012). Masa pembuangan oleh Belanda di Ende justru memperkaya pengalaman Soekarno tentang pluralisme masyarakat Indonesia. KOMPAS/IWAN SETIYAWANBekas rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (19/10/2012). Masa pembuangan oleh Belanda di Ende justru memperkaya pengalaman Soekarno tentang pluralisme masyarakat Indonesia.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


BENGKULU, KOMPAS.com -- Ada yang menarik dalam berjudul Sandiwara Bung Karno  karya Dosen Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Bengkulu, Agus Setyanto. Secara tegas penulis memancing sebuah pertanyaan cukup menggelitik, mengapa hingga kini belum ada pelaku seni maupun produser yang berminat mengadaptasi lakon-lakon yang pernah dipentaskan Bung Karno. Jangan-jangan, memang belum ada yang tahu?

Kepada Kompas.com, Agus Setyanto menyebutkan, ada sekitar 17 naskah yang pernah dibuat Bung Karno semasa pengasingannya baik di Bengkulu maupun di Ende.

"Ada 12 naskah teater di Ende dan lima di Bengkulu," kata Agus, Minggu (17/11/2013).

Menurut dia, Bung Karno merupakan tokoh yang tidak hanya sukses dalam memerdekakan Indonesia tetapi juga dalam seni pertunjukan. Ia pernah sukses sebagai penulis naskah, sutradara, manajer, dan sekaligus produser sandiwara tonil yang diberi nama “Monte Carlo” di Bengkulu.

Jika Anda sempat berkunjung ke Bengkulu, dan menyinggahi rumah bekas pengasingan Bung Karno, Anda masih dapat melihat eks properti (barang-barang) sandiwara tonil peninggalan Bung Karno.

Ada beberapa kostum, layar, spanduk, serta atribut sandiwaranya. Sayangnya, dari sekian banyak naskah yang pernah ditulisnya, hanya tersisa empat buah naskah, yaitu: Dr. Sjaitan; Chungking Djakarta; Koetkoetbi; dan Rainbow (Poteri Kentjana Boelan). Bahkan, teks naskah Dr. Sjaitan sudah tidak lengkap–hanya ada dua bedrijf (babak) saja– di mana semestinya terdiri atas enam babak (Lambert Giebels, 1999: 201).

Namun, melalui beberapa nara sumber lokal, kandungan cerita naskah Hantoe Goenoeng Boengkoek, Dr. Sjaitan, maupun Si Ketjil (Klein’duimpje) dapat direkonstruksi. Dalam hal penulisan naskah, Bung Karno rupanya tidak mau asal-asalan. Ia berusaha mempelajari berbagai macam cabang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu sejarah dan sastra –bahasa.

Referensi pengetahuan serta wawasan kebangsaan Bung Karno yang sangat luas menjadi entitas yang tak terpisahkan dalam implementasi proses gagasan atau ide kreatifnya. Tanpa hal tersebut, akan sulit bagi seorang Bung Karno dalam menciptakan ide-ide kreatif, seperti menginterpretasi film Franskenstein yang amat populer pada saat itu menjadi lakon Dr. Sjaitan dan Koetkoetbi.

Konsep wawasan nasionalisme (wawasan kebangsaan) yang dibangun oleh Bung Karno terbaca jelas dalam naskah Chungking Djakarta. Naskah ini menggambarkan semangat kesadaran nasionalisme bangsa Asia melawan bangsa kolonial. Apa yang dicita-citakan oleh Bung Karno dalam konsep pembangunan politiknya, misal membangun poros Jakarta–Peking, bisa jadi sudah tertuang dalam naskah Chungking Djakarta.

Demikian juga dengan naskah Rainbow (Poetri Kentjana Boelan). Tanpa wawasan pengetahuan sejarah, khususnya sejarah Bengkulu, sulitlah bagi Bung Karno untuk mampu menuangkan cerita epik yang berbau historis dalam naskah tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.