Ada Potensi Tersangka Baru Korupsi Bupati Karanganyar

Kompas.com - 15/11/2013, 20:54 WIB
Ilustrasi korupsi ShutterstockIlustrasi korupsi
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com - Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah meminta Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) tetap memperhatikan dan mengembangkan kasus korupsi dengan tersangka Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih.

Sebab dimungkinkan ada tersangka baru dalam kasus tersebut. "Ada pejabat yang tidak terungkap identitasnya, pejabat Perumnas. Itu sudah terungkap dalam sidang, hanya identitasnya yang belum," ungkap Sekretaris KP2KKN Jawa Tengah Eko Haryanto Jumat (15/11/2013).

Bupati Karanganyar, Rina Iriani ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jawa Tengah berdasarkan surat penyidikan tertanggal 13 November 2013. Rina tersangkut perkara penyalahgunaan bantuan subsidi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dari Kementerian Perumahan Rakyat pada Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera Karanganyar tahun 2007-2008.

Sebelumnya sudah ada tiga orang yang menjadi terpidana dalam kasus ini, antara lain Fransiska yang merupakan Ketua KSU Sejahtera tahun 2007 dan Handoko Ketua tahun 2008.

Pada sejumlah persidangan terpidana sebelumnya, terdapat sejumlah fakta yang tidak bisa diabaikan. Di persidangan Fransiska dan Handoko terungkap terdapat beberapa pejabat yang menerima aliran dana subsidi hasil korupsi tersebut.

Aliran dana dari Kemenpera untuk subsidi yakni sebesar Rp35 miliar selama 2007-2008. Dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya mencapai Rp 18,4 miliar. Dari jumlah tersebut terdapat senilai Rp11,1 miliar yang diduga dinikmati oleh tersangka.

Dana dari Kemenpera seharusnya dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi rumah sederhana. Pembangunan dilakukan pada Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) di Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar. Untuk rehabilitasi rumah, tersebar di Kabupaten Karanganyar.

Pada persidangan Fransiska 9 Maret 2011, Handoko memberi kesaksian adanya aliran dana sebesar Rp 600 juta pada pejabat Perumnas. Pejabat tersebut diberi inisial Mr X dan belum terungkap jelas identitasnya. Kala itu Handoko mengaku mengetahui dari berkas-berkas yang ada.

Eko menegaskan pihak Kejati harus bisa mengungkap Mr X dan juga pejabat lain yang diduga terlibat. "Jadi ada potensi untuk adanya tersangka baru," katanya.

Ia mengatakan, Kemenpera juga seharusnya bertanggung jawab. Sebab menurutnya bagaimana pengucuran dana itu bisa terjadi, sedangkan verifikasi terhadap rekomendasi Bupati atas KSU Sejahtera tidak disertai dengan data yang valid.

Selain itu pihaknya juga mendesak segera melakukan penahanan terhadap Rina Iriani. "Sejak penyelidikan Rina sudah menyulitkan. Dipanggil berkali-kali tidak datang dan malah meminta diperiksa di rumahnya," jelasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Eko Suwarni mengatakan saat ini pihaknya belum menetapkan penahanan. Penyidik ungkapnya masih berfokus pada pemeriksaan sejumlah saksi.

"Nanti kalau saksi sudah diperiksa semua kemudian tersangka dan mungkin baru penahanan," katanya.

Pada persidangan tiga terpidana sebelumnya terungkap bahwa dana tersebut diketahui digunakan untuk pemenangan Pilkada 2008. Selain itu untuk penerbitan buku pribadi, pembiayaan kuliahnya, pengeluaran rumah tangga pribadi serta membayar utang pribadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X