Kompas.com - 15/11/2013, 11:37 WIB
Massa dari Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, mendatangi Polres Pamekasan, dengan maksud menjemput kepala desanya yang ditahan karena menggelapkan Raskin. KOMPAS.com/TaufiqurrahmanMassa dari Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, mendatangi Polres Pamekasan, dengan maksud menjemput kepala desanya yang ditahan karena menggelapkan Raskin.
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com
 — Ratusan warga Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, ngelurug kantor Kepolisian Resor Pamekasan, Jumat (15/11/2013). Kedatangan mereka untuk menjemput kepala desanya, Mustahep, yang ditahan Polres Pamekasan, setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penggelapan bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin).

Kedatangan mereka tanpa pemberitahuan ke Polres Pamekasan sebelumnya sehingga membuat polisi kurang persiapan mengantisipasi kedatangan massa. Massa yang datang menggunakan 10 kendaraan bak terbuka membuat jalur lalu lintas di dalam kota macet.

"Kedatangan kami ke sini untuk mengajak Pak klebun (kepala desa) pulang karena laporan yang disampaikan ke Polres Pamekasan sarat penipuan," kata Umar, Kepala Dusun Gergunung, Desa Larangan Slampar.

Penipuan yang dimaksud Umar adalah warga dimintai tanda tangan oleh seseorang. Alasannya untuk pemberian bantuan. Namun setelah terkumpul, tanda tangan itu malah digunakan untuk laporan penggelapan raskin. "Kami tidak butuh raskin, kami butuh Kades dikeluarkan dari tahanan," ungkap Umar.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan, Ajun Komisaris Besar Polisi Nanang Chadarusman, mengatakan, penahanan terhadap Kades Larangan Slampar, Mustahep, sudah berdasarkan laporan. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik.

"Kami juga sudah beberapa kali melakukan gelar perkara, termasuk juga dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," terang Nanang.

Dari hasil penyidikan dan gelar perkara bersama BPK, Mustahep memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Pamekasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penjelasan itu tidak diterima warga. Warga tetap menginginkan Mustahep dikeluarkan. Pendemo mengancam tidak akan bubar sebelum Mustahep dipulangkan bersama warga.

Untuk menyiasati itu, Polres Pamekasan meminta perwakilan aparat desa bertemu langsung dengan Mustahep di dalam rumah tahanan. Mustahep yang bertemu dengan lima perwakilan warga menyampaikan terima kasih sudah berempati menjenguknya di tahanan Polres Pamekasan meskipun tidak bertemu langsung. Untuk menjaga kondusivitas desa, Mustahep meminta warga pulang.

"Pesan Kades kita disuruh pulang dan terima kasih atas perhatian dan dukungan warga yang datang ke Polres," ujar Umar yang diikuti dengan bubarnya massa.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.