Kompas.com - 15/11/2013, 07:35 WIB
Steve King, seorang peselancar sungai (tidal bore surfer) dari Inggris mencoba menorehkan sejarah baru dalam catatan surfing di atas gelombang sungai dengan waktu terlama dan jarak terpanjang di Teluk Meranti, Pelalawan, Riau.  DOK INDONESIA.TRAVELSteve King, seorang peselancar sungai (tidal bore surfer) dari Inggris mencoba menorehkan sejarah baru dalam catatan surfing di atas gelombang sungai dengan waktu terlama dan jarak terpanjang di Teluk Meranti, Pelalawan, Riau.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KEPI, KOMPAS.com — Setiap kali bulan menampakkan wajah penuh, sebuah fenomena alam terjadi di Sungai Digul, sungai terpanjang di Pulau Papua. Orang setempat menyebutnya "kepala arus". Menyimpan kekuatan dahsyat, tetapi keberadaannya nyaris tak terdengar.

Fenomena ini terekam dalam buku Memoar Seorang Eks-Digulis, sebuah buku kisah pelarian Mohamad Bondan, pejuang kemerdekaan yang kabur dari Kamp Pembuangan Belanda di Digul. Ini gambaran Bondan soal "kepala arus".

"...Saya mendengar suara gemuruh yang sangat keras. Dalam pikiran langsung menduga itu adalah suara pesawat Jepang yang meraung-raung di hutan belantara. Saya melihat ujung kali yang memang lurus sejauh mata memandang, tampak garis kecil membelok ke sebelah kiri…. Dari arah sungai tampak gelombang berwarna putih menyerupai dinding besar menggulung-gulung. Inilah kepala arus..."

Bagi warga Kampung Bade, Distrik Edera, Kabupaten Mappi, fenomena ini adalah hal biasa. Demikian pula bagi warga suku Auyu yang diam di tepi aliran Sungai Digul. Justru, ombak kepala arus dipercaya sebagai kekuatan mistis dari leluhur. Tak heran bila tak banyak ada cerita tentang fenomena ini.

Eko Purwanto, salah satu warga Kampung Bade, mengatakan, ombak "kepala arus" hanya terjadi di sekitar muara Sungai Digul, di titik pertemuan dengan Sungai Mappi. Gelagat bakal munculnya "kepala arus" adalah tiap kali bulan purnama dan permukaan air terlihat surut.

“(Lalu akan muncul) gelombang air pasang yang bergerak dari muara, ditandai dengan bunyi gemuruh seperti suara pesawat Hercules," terang Eko. Begitu "kepala arus" terjadi, gelombang yang ditimbulkannya bisa setinggi dua hingga empat meter. Pada April dan Agustus, tinggi gelombang bahkan bisa lebih dari empat meter.

Bukan tanpa bahaya

Bagi warga Distrik Edera dan sekitarnya yang menggantungkan hidup dari transportasi sungai, ombak kepala arus menjadi fenomena menakutkan. Tak terhitung kecelakaan terjadi bila mereka salah memperhitungkan waktu datangnya fenomena bulanan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ombak kepala arus bisa membalikkan perahu kayu (belan) atau perahu motor (speed boat)," ujar Eko. Dalam beberapa kejadian, kapal yang diempas kepala arus bisa pecah dan terhantam gelondongan kayu yang terbawa gelombang.

Pada 2011, kepala arus menelan korban jiwa. Kapal belan berpenumpang 12 orang diempas kepala arus, memecahkan kapal, dan satu penumpang tewas terseret gelombang.

Nama muara yang mempertemukan Sungai Digul dan Sungai Mappi pun diambil dari sebuah kecelakaan. Tanjung Angela, itu namanya. "Sesuai nama kapal barang yang karam pada 1980-an," sebut dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X