Kampus Unipa Gelar Doa Bersama untuk Vita

Kompas.com - 14/11/2013, 11:58 WIB
Petugas dibantu warga melakukan evakuasi mayat terikat dalam karung, Senin (11/11/2013). Surya/Nuraini FaiqPetugas dibantu warga melakukan evakuasi mayat terikat dalam karung, Senin (11/11/2013).
EditorFarid Assifa

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya atas meninggalnya Vita.

Untuk itu, seluruh keluarga besar dan akademika kampus Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya akan menggelar doa bersama untuk mahasiswi semester VII Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Jurusan Tata Busana.

Nanti malam, Kamis (14/11/2013), seluruh mahasiswa dan manajemen di kampus tersebut akan menggelar yasinan bersama, mendoakan Vita yang lebih dulu mendahului mereka.

"Kami akan menggelar doa bersama dan yasinan untuk Vita di kampus nanti malam," kata PR IV Unipa Surabaya, Widodo, Kamis (14/11/2013).

Sementara itu, sampai saat ini Polres Mojokerto masih terus berupaya mengungkap orang yang bertanggung jawab di balik kematian Vita.

Jasad Vita ditemukan di jurang kawasan wisata Pacet dalam kondisi tangan dan kaki terikat dan dibungkus karung. Vita diduga menjadi korban pembunuhan.
 
Informasi yang diterima Surya Online, tim Reskrim Polres Mojokerto sedang memburu orang-orang yang terakhir kali bersama Vita.

Mereka adalah para teman dekat. Termasuk Restu, mahasiswi Seni Rupa, yang terakhir kali menjemput Vita dari tempat kosnya di Ngagel Dadi pada Minggu (10/11/2013).

Sehari sebelum Vita ditemukan tewas, tim Vita berangkat dengan tujuan prewedding di Gunung Bromo. Vita mendapat tugas merias dan Restu menjadi fotografer.

Sesuai rencana dengan rombongan mobil, mereka menuju Bromo dan Malang. Namun sampai saat ini, keberadaan Restu masih belum diketahui. Polisi informasinya terus mencari sosok ini.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Perawat Positif Covid-19, Sering Ditanya Anak Balitanya 'Kapan Pulang' hingga Berjuang Sembuh

Kisah Perawat Positif Covid-19, Sering Ditanya Anak Balitanya 'Kapan Pulang' hingga Berjuang Sembuh

Regional
Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X