Pelajar Tawuran di Depan Kantor Bupati

Kompas.com - 13/11/2013, 16:24 WIB
Pelajar salah satu SMKN di Pamekasan, terlibat tawuran hingga di depan kantor Bupati Pamekasan, Rabu (13/11/2013). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANPelajar salah satu SMKN di Pamekasan, terlibat tawuran hingga di depan kantor Bupati Pamekasan, Rabu (13/11/2013).
|
EditorKistyarini

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Puluhan pelajar sebuah SMK di Pamekasan, Jawa Timur, terlibat aksi tawuran, Rabu (13/11/2013). Satu di antara mereka sempat dikeroyok lawan hingga wajahnya lebam.

Tawuran yang terjadi setelah jam pulang sekolah ini, berpindah-pindah tempat. Menurut Abdurrahiem, warga asal Kecamatan Proppo, tawuran pertama terjadi di sebelah timur SMKN 2 Pamekasan. Di tempat ini, pelajar yang sama-sama mengenakan seragam baju biru langit dan celana biru itu beradu jotos. Jumlah mereka sekitar 50 siswa.

Tawuran ini sempat membuat macet kendaraan menuju arah Kabupaten Sampang. Tawuran bubar setelah warga mengusirnya. “Setelah mereka tawuran di timur SMKN 2 Pamekasan, mereka pindah ke dekat Kelurahan Bugi di Jalan Bahagia. Di tempat itu mereka kembali tawuran dengan menggunakan tangan kosong,” kata Abdur.

Sehabis itu, imbuh Abdur, tawuran pindah lagi ke Jalan Kabupaten, tepatnya di depan kantor Bupati Pamekasan. Jumlah pelajar yang terlibat semakin banyak . Bahkan ada di antara mereka pemuda yang tidak berseragam dengan menggunakan anting, ikut terlibat dalam aksi tawuran.

“Karena bersamaan dengan PNS Pemkab Pamekasan keluar kantor, tawuran dibubarkan. Kedatangan wartawan dengan membawa sejumlah kamera membuat mereka kalang kabut,” ungkap Abdur.

Tidak puas di depan kantor Bupati Pamekasan, para pelajar ini bergeser ke sebelah barat kantor DPRD Pamekasan. Tawuran tidak sampai pecah karena warga cepat mengusir mereka.

Menurut Romlah, pemilik warung di sebelah barat kantor DPRD Pamekasan, para pelajar yang tawuran itu dari SMKN 2 Pamekasan. “Kalau dilihat dari seragamnya, mereka itu pelajar SMKN 2 Pamekasan. Sebab anak saya dulu juga pernah sekolah di sana dengan seragam serupa yang dipakai pelajar itu,” ungkap Romlah.

Salah satu guru SMKN 2 Pamekasan yang tak mau menyebutkan namanya ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa siswanya terlibat tawuran. Bahkan ada sebagian siswa yang tertangkap guru yang kebetulan melintas dan sudah diperiksa.

“Tadi sudah ada yang dipanggil sebagian. Besok yang terlibat dalam tawuran semuanya akan dipanggil sekaligus orangtuanya juga akan dipanggil untuk diberikan pembinaan,” terang guru tersebut.

Belum diketahui apa persoalan yang menyebabkan para pelajar itu terlibat tawuran.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X