Kompas.com - 12/11/2013, 10:13 WIB
Kendaraan bergantian melintasi jembatan bailey Jalan Raya Bogor-Sukabumi di Butowereng RT 001 RW 003, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11). Sebelum diganti jembatan bailey, salah satu sisi Jembatan Caringin ini runtuh akibat hujan deras pada 2 Oktober 2013, yang menggerus tanah dan fondasi jembatan. KOMPAS/AMBROSIUS HARTOKendaraan bergantian melintasi jembatan bailey Jalan Raya Bogor-Sukabumi di Butowereng RT 001 RW 003, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11). Sebelum diganti jembatan bailey, salah satu sisi Jembatan Caringin ini runtuh akibat hujan deras pada 2 Oktober 2013, yang menggerus tanah dan fondasi jembatan.
EditorKistyarini

KOMPAS.com — TRUK yang dikemudikan Ustab (55) keluar dari pabrik air minum dalam kemasan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pukul 06.00. Sejauh 12 kilometer kemudian di Kabupaten Bogor, waktu sudah pukul 10.00.

Truk yang dikemudikan Ustab sudah terjebak kemacetan sejak keluar dari pabrik. Di depan dan di belakang kendaraan bercat putih itu berderet mobil, bus, dan truk. Dari arah selatan menuju utara, antrean kendaraan menunggu giliran melintasi Jembatan Caringin, Jalan Raya Sukabumi- Bogor, Kabupaten Bogor.

Kemacetan itu disebabkan perbaikan Jembatan Caringin belum selesai. Jembatan itu di satu sisi runtuh pada Selasa (8/10/2013). Prasarana runtuh diduga akibat tebing tanah di bagian kolong tergerus aliran anak Cisadane. Warga menyebutnya Kali Butowereng. Debit sungai meninggi karena hujan nyaris tiada henti sejak dua hari sebelum bencana.

Selama perbaikan, kendaraan harus bergantian melintasi satu sisi. Panjang antrean kendaraan mencapai 20 kilometer dari Sukabumi menuju Jembatan Caringin. ”Sejak keluar dari pabrik kena macet, makanya lama banget cuma sampai di Jembatan Caringin,” kata Ustab.

Sebelum jembatan itu runtuh, arus lalu lintas di Jalan Raya Sukabumi-Bogor juga sudah padat dan cenderung macet. Selama ini, dari pabrik sampai simpang empat Ciawi di Bogor, Ustab perlu waktu 2 jam. Namun, karena perbaikan prasarana yang belum selesai, perjalanan Ustab menjadi 5-6 jam.

Perjalanan hingga 6 jam itu pun belum selesai. Tujuan truk bukanlah Ciawi, melainkan Pondokgede, Kota Bekasi. Itu berarti Ustab masih harus menempuh perjalanan lagi selama 2 jam. Untuk mengantarkan air minum dari Sukabumi ke Bekasi yang tidak sampai 90 kilometer, Ustab harus menempuh perjalanan selama 8 jam.

Jalan Raya Sukabumi-Bogor adalah ruas utama dan terdekat dari Sukabumi ke Bogor. Jarak tempuh sejauh 57 kilometer itu seharusnya bisa ditempuh hanya dalam 2 jam. Namun, sejak kerusakan Jembatan Caringin, jarak tempuh molor hingga 5 jam sampai 6 jam.

Sebelum jembatan runtuh, kata Ujang (40), warga Caringin, dari lokasi ke Ciawi biasanya cuma ditempuh 30 menit hingga 60 menit. Sejak jembatan itu hanya bisa dilalui satu sisi, jarak tempuh menjadi semakin lama karena antrean kendaraan yang panjang.

Kondisi ini mendorong Ujang masuk jalur alternatif Cigombong-Caringin-Cijeruk lewat kaki Gunung Salak. Jalannya memang lebih sempit dibandingkan jalur Jalan Raya Sukabumi- Bogor, tetapi waktu tempuhnya menjadi lebih cepat.

Namun, sayangnya, tidak banyak pengguna jalan yang tahu jalur alternatif. Warga yang akan melalui jalur itu biasanya akan meminta dipandu warga. Imbalannya, pemilik kendaraan harus merelakan biaya Rp 50.000 untuk dipandu dari titik kemacetan ke jalur alternatif Cigombong sejauh 5 kilometer.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X